Ini Cara Dinas Kehutanan untuk Tingkatkan Kualitas Udara

Rabu, 07 Agustus 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 3803

Ini Cara Dinas Kehutanan untuk Tingkatkan Kualitas Udara

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan memperbanyak penanaman sansevieria atau juga dikenal dengan lidah mertua sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas udara di Ibukota.

Penanaman sansevieria

Kepala Unit Pengelola Pengembangan Tanaman Perkotaan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Yati Sudiharti mengatakan, pihaknya tahun ini ditargetkan memproduksi 6.000 tanaman sansevieria. Pasalnya, sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

"Bibit sansevieria langsung kita perbanyak, saat ini sudah ada lebih dari 6.000 bibit tanaman sansevieria dan terus kita tambah," ujarnya, Rabu (7/8).

Yati menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim eksplorasi sebanyak 20 personel penyedia jasa lainnya orang perorangan (PJLP) untuk melakukan pembibitan sansevieria di Kebun Bibit Ciganjur dan Jalan Durian di Jagakarsa, Kebun Bibit Srengseng, Kebun Bibit Cibubur, dan Kebun Bibit Taman Margasatwa Ragunan.

"Satu PJLP bisa melakukan pembibitan hingga 200 tanaman. Penanaman sansevieria akan trus kita lakukan secara masif," terangnya.

Ia menambahkan, selain sansevieria, UP Pengembangan Tanaman Perkotaan juga menargetkan sebanyak 10.000 tanaman sirih gading dan 5.000 tanaman dieffenbachia atau daun bahagia di tahun 2019.

"Tanaman-tanaman tersebut juga didistribusikan ke sekolah-sekolah, gedung-gedung pemerintahan, serta SKPD maupun UKPD di lingkup Pemprov DKI Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, sambung Yati, pihaknya juga akan membagikan tanaman sansevieria secara gratis sebagai suvenir kepada pengunjung Flona 2019 yang akan diadakan pada akhir Agustus mendatang.

"Pada prinsipnya semua tanaman membantu mengurangi polutan. Sansevieria tanaman hias paling tahan banting mampu menyerap 107 jenis racun termasuk polusi udara, asap rokok, hingga radiasi nuklir, dia juga dapat menyerap CO2 dan melepas O2 di malam hari," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI Paparkan Bentuk Realisasi Ingub Nomor 66/2019

Pemprov DKI Remajakan Angkutan Umum dan Tambah Armada Program Jak Lingko

Selasa, 06 Agustus 2019 5324

Sudin LH Jaksel Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Udara

Sudin LH Jaksel Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Udara

Selasa, 06 Agustus 2019 2484

Ingub 66 Tahun 2019 Perlu Disosialisasikan Lebih Masif

Ingub 66 Tahun 2019 Perlu Disosialisasikan Lebih Masif

Selasa, 06 Agustus 2019 4314

BERITA POPULER
Wagub jalan amblas lenteng otoy

Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

Selasa, 02 Juni 2026 2998

Pmi jaksel bantuan kebakaran kemayoran tiyo

PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

Kamis, 04 Juni 2026 1178

Proyek pekerjaan padatkarya jati2

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

Jumat, 05 Juni 2026 865

Wagub Karno Korban Kebakaran Kebon Kosong bilal

Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

Selasa, 02 Juni 2026 1414

Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Sekolah Pelita Harapan di Pluit

Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

Selasa, 02 Juni 2026 1327

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks