Mengenal Komunitas Kampung Kreatif Bacili di Kebon Baru

Rabu, 24 Juli 2019 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Andry 4202

 Mengenal Komunitas Kampung Kreatif Bacili di Kebon Baru

(Foto: Rudi Hermawan)

Bermukim di bantaran Kali Ciliwung rupanya tak membuat warga RW 04, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan kehilangan akal menghadapi tuntutan ekonomi. Berbekal kreativitas dan kepedulian terhadap sesama, sejumlah kaum urban atau pendatang yang mengadu nasib di kawasan ini mendirikan sebuah komunitas bernama Kampung Kreatif Bacili.

Saya ingin setiap rumah tidak hanya sebagai tempat istirahat, tapi berkreativitas,

Di komunitas tersebut, warga diajarkan cara menambah penghasilan melalui bekal pelatihan seni teater, seni rupa, seni musik dan kerajinan tangan dari sejumlah mahasiswa perguruan tinggi yang bergabung menjadi relawan.

Ketua Komunitas Kampung Kreatif Bacili, Buchari (50) mengatakan, umumnya, warga yang tinggal di kawasan ini berekonomian pas-pasan dengan mata pencaharian berdagang. Melihat kondisi itu, sejumlah warga akhirnya berinisiatif membentuk komunitas yang bisa menjadi tempat berkumpul, berkreativitas dan membangkitkan perekonomian bersama-sama.

"Saya ingin setiap rumah tidak hanya sebagai tempat istirahat, tapi berkreativitas. Ada kegiatan ekonomi kreatif di sana," ujarnya, Rabu (24/7).

Ia menuturkan, dalam komunitas ini, pihaknya menggandeng relawan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Universitas Bina Nusantara (Binus). Para relawan inilah yang memberikan edukasi dan beragam pelatihan kepada warga sekitar.

"Komunitas ini berdiri September 2012 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo. Saat ini anggota komunitas kita ada 60 orang. Awalnya hanya empat orang dan ibu-ibu rumah tangga. Kemudian anak muda juga tertarik. Ada yang ikut teater, musik, seni rupa, kerajinan dan sebagainya," tuturnya.

Menurut Buchari, hingga kini, sejumlah karya seni batik, mural hingga barang kerajinan tangan seperti suvenir berbentuk kepala ondel-ondel telah dihasilkan. Karya mural yang dibuat di komunitas ini harus memiliki pesan moral seperti ajakan tidak membuang sampah sembarangan.

"Di kampung ini pengunjung bisa membeli suvenir seperti ondel-ondel, topeng, batik serta melihat kesenian tari," ungkapnya.

Ia berharap, ke depan, komunitasnya ini terus berjalan dan melahirkan generasi baru yang lebih muda agar bisa mengeluarkan ide-ide lebih baik lagi.

"Ke depan, kami ingin kampung ini menjadi destinasi wisata," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Mengenal Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Kali Krukut

Mengenal Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Kali Krukut

Minggu, 21 Juli 2019 5202

Belajar Alat Musik Biola di Taman Suropati

Belajar Alat Musik Biola di Taman Suropati

Senin, 08 Juli 2019 4918

BERITA POPULER
IMG 20260516 WA0000

Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

Sabtu, 16 Mei 2026 6370

Pelantikan eselon 3 dan 4 rezap ilus

Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini

Rabu, 20 Mei 2026 1606

Pramono Raperda Kawasan

Pramono Dorong Target Net Zero Emission

Jumat, 22 Mei 2026 1052

Pemeriksaan kesehatan otoy

Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

Senin, 18 Mei 2026 2003

IMG 20260518 WA0123

Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

Senin, 18 Mei 2026 1854

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks