Peremajaan Angkutan Umum Jadi Upaya Tingkatkan Kualitas Udara

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Rabu, 17 Juli 2019 20:45 WIB | Dibaca 572 kali
Peremajaan Angkutan Umum Jadi Upaya Tingkatkan Kualitas Udara (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya meningkatkan kualitas udara di Ibukota. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan peremajaan angkutan umum.

"Proses pengadaan armada baru tiga sampai empat bulan "

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya dengan lima operator angkutan umum bus sedang, tengah bersinergi dan melakukan kerja sama untuk optimalisasi peremajaan angkutan umum.

"Perjanjian Kerja Sama dengan lima operator sedang dalam proses. Kami upayakan ada percepatan bulan ini agar mereka mulai mengadakan kontrak dengan PT Transjakarta," ujarnya, Rabu (17/7).

Saat ini, sambungnya, Dishub DKI Jakarta bersama Organda dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga melakukan akselerasi terkait penandatanganan kontrak atau Perjanjian Kerja Sama dengan para operator untuk peremajaan armada.

"Setelah Perjanjian Kerja Sama disepakati, kami memperkirakan proses pengadaan armada baru tiga sampai empat bulan ke depan," terangnya.

Syafrin menjelaskan, Dishub DKI Jakarta menargetkan 460 unit bus dari lima operator bus sedang tersebut bisa segera diremajakan. Diharapkan, tahun ini sudah ada operasional bus sedang untuk perbaikan kualitas layanannya.

"Kami tidak ingin ada lagi bus-bus yang menimbulkan polutan yang tinggi di Jakarta," ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya lain yang dilakukan Dishub DKI Jakarta untuk mengurangi polusi udara di Jakarta yakni dengan kanalisasi atau jalur khusus sepeda motor. Kanalisasi sepeda motor ini merupakan bagian dari eco driving yang bertujuan selain menghemat bahan bakar juga menekan polutan dari emisi yang terbuang.

"Sistem kanalisasi dapat membuat kecepatan sepeda motor itu akan konstan, sehingga polisi udara yang biasa ditimbulkan dengan kecepatan tinggi dan ketidakaturan tertib lalu lintas bisa diminimalisir," tandasnya.

TOP