Disparbud Adakan Bimtek Bagi Peserta Pengembangan Kewirausahaan Terpadu

Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing | Editor : Toni Riyanto | Senin, 24 Juni 2019 21:16 WIB | Dibaca 1038 kali
Disparbud Adakan Bimtek Bagi Peserta Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (Foto : Aldi Geri Lumban Tobing / Beritajakarta.id)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mengadakan Bimbingan Teknis (bimtek) bagi 250 peserta Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan.

"Promosi secara online sangat efektif, "

Peserta bimtek adalah mereka yang telah sampai pada tahap pemasaran (P5) dalam tahapan tujuh langkah pasti akan sukses (7 PAS). Bimtek diikuti oleh mereka yang bergerak dari berbagai bidang pariwisata dan kebudayaan seperti, pelaku seni, kuliner, jasa boga, serta industri kreatif lainnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro mengatakan, bimtek tersebut fokus pada pemasaran berbasis digital (digital marketing) yang merupakan bagian dalam tahap pemasaran.

"Promosi secara online sangat efektif. Untuk itu, peserta PKT harus memahami dan menguasai salah satu sarana promosi dan pemasaran itu agar produk yang dihasilkan banyak terjual," ujarnya, di lokasi acara, Senin (24/6).

Asiantoro menjelaskan, materi bimtek di antaranya meliputi, promosi dan digital branding yang mencakup foto produk, penulisan konten, pengelolaan foto, dan pembuatan website.

"Mereka kita motivasi untuk menuangkan kreativitas untuk branding produk, serta kita arahkan untuk memiliki portal atau website dan media sosial khusus sebagai sarana promosi," terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud DKI Jakarta, Toni Bako menambahkan, pada prinsipnya bimtek ini bertujuan agar peserta PKT memiliki kemampuan untuk mengembangkan profesi atau usahanya baik sisi manajerial maupun pengelolaan sehingga mereka bisa menjadi pelaku usaha yang handal dan profesional.

"Kami berdayakan para pelaku seni agar melalui kemampuan atau profesinya dapat ikut menggerakkan perekonomian. Ketika ekonominya terpenuhi berarti seni budaya akan terlestarikan karena mereka akan profesional, tekun, dan terus berinovasi," tandasnya.

TOP