Puluhan Warga Desa Lolu di Sigi Diberi Pelatihan PFA

Senin, 22 April 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 3953

40 Warga Penyintas Likuifaksi di Sigi Antusias Ikut Pelatihan PFA

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Tim Psikososial Provinsi DKI Jakarta memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA) warga di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

PFA itu pertolongan pertama pada kondisi psikologis

Pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan warga setempat yang saat ini menempati hunian sementara (Huntara) 1, pasca terjadinya bencana alam beberapa waktu lalu

Pantauan beritajakarta.id, dalam pelatihan tersebut peserta terlebih dahulu diminta mengisi kuesioner untuk mengetahui kondisi psikologis pasca terjadinya bencana.

Salah seorang anggota Tim Psikososial Provinsi DKI Jakarta, Toto Widayanto mengatakan, melalui kuesioner tersebut dapat dipetakan dan diidentifikasi tingkat traumatik warga. Sehingga, pendekatan atau perlakuan yang diberikan akan disesuaikan agar lebih tepat sasaran.

"Kita identifikasi, mengalami trauma atau tidak. Kalau ya, kita klasifikasikan lagi, termasuk ringan, sedang atau berat," ujarnya, Senin (22/4).

Toto menjelaskan, peserta pelatihan nantinya akan memberikan pendampingan bagi warga lainnya untuk pemulihan kondisi psikis.

"Kita akan pastikan kondisi mereka stabil atau bebas trauma dulu sebelum membantu orang lain," terangnya.

Menurutnya, materi pelatihan yang diberikan meliputi, pengantar, langkah-langkah, praktikum, dan teknik PFA. Kemudian, bermain peran dan praktik PFA komunitas.

"Materi teknik PFA sendiri mencakup upaya membina hubungan saling percaya, mendengar aktif, dan stabilisasi emosi," ungkapnya.

Toto menambahkan, pada prinsipnya PFA  adalah membuat individu tersebut mampu secara psikologis menolong dan menstabilkan dirinya sendiri (self care) dan orang lain.

"PFA itu pertolongan pertama pada kondisi psikologis. Pertama, dia bisa membantu dirinya sendiri dan dia juga bisa membantu orang lain," ucap Toto.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD DKI Jakarta Joko Indro menuturkan, melalui pelatihan PFA warga punya kemampuan untuk melakukan tindakan yang tepat pada kondisi psikologis tertentu.

"Ketika kami sudah menemukan kasus dan membutuhkan tindakan lebih lanjut, dari PFA itu akan berlanjut ke perlakuan (treatment) yang lebih kompleks," ucapnya.

Sementara, salah seorang warga peserta pelatihan, Siska (24), mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat bagi psikologi dirinya dan keluarga.

"Dapat menghilangkan stres ketika menghadapi suatu masalah. Sudah tidak trauma seperti kemarin-kemarin, kami diajarkan cara mengendalikan pikiran dan emosi untuk tetap tenang," tandasnya.

BERITA TERKAIT
DKI Kembali Kirim Tim Psikososial ke Palu

Pemprov DKI Kirim Tim Psikososial ke Palu dan Sigi

Minggu, 21 April 2019 3791

Tim Tanggap Ibu Kota - PPAU Distribusikan 6 Ton Bantuan Untuk Palu dan Sekitarnya

Tim Tanggap Ibukota Distribusikan Logistik ke Palu dan Sekitarnya

Kamis, 18 Oktober 2018 3538

Tim Tanggap Ibu Kota Beri Trauma Healing Pengungsi di Palu

Tim Tanggap Ibukota Beri Trauma Healing Pengungsi di Palu

Senin, 15 Oktober 2018 3281

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2890

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1176

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 1114

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1671

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 1667

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks