Warga Rusun Marunda Manfaatkan Sampah Plastik Jadi Sofa Set

Jumat, 15 Maret 2019 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 4912

Warga Rusun Marunda Manfaatkan Sampah Plastik jadi Sofa Set

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Warga Rumah Susun (Rusun) Marunda yang tergabung dalam Bank Sampah Rusun Marunda Bisa, mengembangkan produk sofa set dari sampah plastik. Satu set produk yang terdiri dari empat bangku dan satu meja dibanderol dengan harga cukup bersaing.

Kegiatan mereka tidak hanya mampu mengurangi sampah dengan cara kreatif, tapi juga ada nilai pemberdayaan ekonomi warga 

Pengelola Bank Sampah Rusun Marunda Bisa, Mila Sumilah mengatakan, pemanfaatan sampah plastik menjadi produk sofa set layak pasar selain untuk mengurangi volume sampah juga diharapkan dapat merangsang warga ikut menjadi nasabah bank sampah.

"Hingga saat ini nasabah kita sudah sekitar 600. Makanya sejak Januari lalu kita inisiatif kembangkan produk kreatif ini," ujarnya, Jumat (15/3).

Dijelaskan Mila, proses pembuatan sofa set berbahan dasar sampah plastik botol air mineral diisi plastik bungkus permen, sabun dan kopi saset. Selanjutnya sejumlah botol plastik dirangkai membentuk bulatan dengan teknik ecobrick.

Setelahnya, botol tersebut ditutup oleh cover set. Masing-masing, cover set bangku berukuran diameter sekitar 30 sentimeter dan meja 60 sentimeter dengan ketinggian 50 sentimeter.

"Material bahan pembuat sofa set tersebut pun didapat dari nasabah bank sampah yang dihargai Rp 500 per kilo. Untuk satu set sofa dibutuhkan sekitar delapan kilogram sampah plastik," beber Mila.

Diakui Mila, saat ini pihaknya masih kesulitan dalam memasarkan produk tersebut. Selain itu, bahan cover set yang didapat dengan cara membeli dari pihak lain pun dinilai membebani biaya produksi.

"Makanya saat ini kita baru bisa jual Rp 2 juta per set. Kita berharap dapat pelatihan sehingga bisa memproduksi cover set sendiri dan menekan harga," harapnya.

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Marunda Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Ageng Darminto menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya warga yang tergabung dalam bank sampah Rusun Marunda bisa mengkreasikan sampah menjadi produk layak pasar.

Karena itu, lanjut Agus, pihaknya akan berupaya mensinergikan dengan SKPD terkait untuk memberikan pelatihan keterampilan pengembangan produk dan membuka pasar.

Dia menegaskan, akan mengoptimalkan keberadaan gerai kewirausahaan sebagai lokasi pemasaran. Kemudian, pihaknya juga akan memberikan pendampingan agar mereka mampu melakukan pemasaran secara digital.

"Kegiatan mereka tidak hanya mampu mengurangi sampah dengan cara kreatif, tapi juga ada nilai pemberdayaan ekonomi warga yang perlu kita dukung," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gerakan Donasi Sampah Digalakkan di Lagoa

Gerakan Donasi Sampah Digalakkan di Lagoa

Kamis, 07 Maret 2019 3378

IKM Binaan Berhasil Ubah Sampah Kertas Jadi Rupiah

IKM di Ulujami Berhasil Ubah Sampah Kertas Jadi Penghasilan

Selasa, 12 Maret 2019 4482

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3247

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2870

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 1197

Mediasi pondok pinang tiyo

Camat Kebayoran Lama Pimpin Mediasi Persoalan Warga Pondok Pinang

Rabu, 07 Oktober 2026 574

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1617

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks