Puskesmas Cipayung Miliki Ruang Penanganan Gizi Buruk

Reporter : Nurito | Editor : Rio Sandiputra | Jumat, 31 Maret 2017 16:58 WIB | Dibaca 4889 kali
Puskesmas Cipayung Miliki Ruang Penanganan Gizi Buruk (Foto : Ilustrasi / Beritajakarta.id)

Guna mencegah munculnya kasus gizi buruk, Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur kini memiliki ruang Theurapetic Feeding Centre (TFC) atau panti pemulihan gizi. Di tempat ini, pasien yang berpotensi terkena gizi buruk, dapat pelayanan prima hingga normal kembali.

"Ruang TFC ini disiapkan khusus untuk penanganan gizi "

Pantauan Beritajakarta.com, Jumat (31/3), ruang TFC ini berada di lantai 3 Puskesmas Cipayung. Di ruang berukuran sekitar 3x6 meter persegi ini dilengkapi tempat tidur pasien, sarana bermain anak, televisi layar datar dan toilet. Ruangan yang sangat steril ini juga dilengkapi pendingin ruangan atau AC.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cipayung, Sunersi Handayani mengatakan, pelayanan khusus pemulihan gizi dilakukan sejak tiga bulan lalu. Ini guna mencegah adanya kasus gizi buruk di wilayahnya. Selama tiga bulan ini sudah dua pasien yang dilayani, masing-masing selama satu bulan. Pasien yang masuk akan dirawat secara maksimal.

Bukan hanya anaknya, orangtua pasien juga diedukasi cara memberikan asupan makanan yang bergizi. Setelah berat badannya normal dan seimbang dengan tinggi badan maka pasien dipulangkan ke rumahnya. Namun pasien akan tetap diawasi dan wajib kontrol seminggu dua kali.

"Ruang TFC ini disiapkan khusus untuk penanganan gizi. Pasiennya diambil dari hasil penjangkauan petugas di Posyandu. Jika ada balita yang berat badannya tak seimbang dengan tinggi badan atau kurang dari standar min tiga defiasi, maka bisa dirawat di ruang TFC," ujarnya.

Namun sebelum dirawat inap, orangtua Balita akan diedukasi terlebih dulu. Sebab untuk menormalkan kembali gizinya maka anak harus dirawat inap dan orangtua wajib mendampinginya.  Jika setuju maka balita tersebut akan ditangani.

"Saat ini sudah dua balita yang kita tangani, rata-rata selama satu bulan. Kalau sudah normal kita perbolehkan pulang. Namun tetap kita awasi perkembangan kesehatan tubuhnya," tuturnya.

TOP