SIARAN PERS
WILAYAH KOTA JAKARTA TIMUR
(Press Release)

Walikota Tinjau AKMP dan Canangkan Biopori Jumbo Kedua di Pondok Kelapa

Minggu, 14 Juni 2026 13:49

Jakarta Timur -

Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melakukan monitoring dan evaluasi Aksi Kebersihan Minggu Pagi (AKMP) bersama warga RW 013 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Minggu (14/6/2026). Kegiatan dirangkai dengan pencanangan kedua Gerakan Masyarakat Pembuatan Lubang Resapan Biopori Jumbo sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim setiap hari ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas umum, untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri dari sumbernya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota mengapresiasi partisipasi aktif warga RW 013 dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Kami mengapresiasi langkah seluruh warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain kerja bakti tadi, kami juga sudah berkeliling lingkungan warga. Alhamdulillah, sampah di sini baik organik maupun anorganik sudah terkelola dengan baik," ujar Walikota.

Ia menambahkan, pembangunan lubang resapan biopori jumbo menjadi bagian dari program percontohan (pilot project) kedua yang akan terus dikembangkan dan diterapkan di seluruh 10 kecamatan di Jakarta Timur. Menurutnya, pengelolaan sampah dari sumber menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah.

"Pembuatan lubang resapan biopori jumbo ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ke depan akan terus kami inisiasi agar dapat diterapkan secara luas di wilayah Jakarta Timur," tambahnya.

Sementara itu, Ketua RW 013 Kelurahan Pondok Kelapa, Adnan, mengaku senang atas kehadiran langsung Walikota yang meninjau kegiatan aksi kebersihan sekaligus memberikan apresiasi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan warga.

Adnan menjelaskan, biopori Jljumbo yang digagas warga memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 1,5 meter menggunakan konstruksi beton. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai tempat pengolahan limbah organik rumah tangga yang berasal dari sekitar 800 rumah di lingkungan RW 013.

"Biopori Jumbo yang kami gagas ini sebanyak 9 titik lokasi dan memiliki lebar satu meter dan kedalaman 1,5 meter dari buis beton. Ini menjadi tempat penampungan limbah rumah tangga dari sekitar 800 rumah di lingkungan kami," jelas Adnan.

Melalui inovasi tersebut, warga berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (AJ)

  • Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur
Website:timur.jakarta.go.id
Twitter:@KotaJaktim
Facebook:Kota Jakarta Timur
Instagram:Kota Jakarta Timur
Topik:Jakarta Timur,biopori
Download 
...

Foto 1

...

Foto 2

...

Foto 3

...

Foto 4