Jakarta Timur -
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Penyembelihan Hewan Kurban 2026, di halaman Kantor Walikota, Kamis (28/5/2026). Total hewan kurban yang disembelih dalam memperingati Hari Raya Iduladha yakni 16 ekor sapi dan 16 kambing.
Jumlah itu bagian dari total 196 hewan kurban yang diterima Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, terdiri dari 53 ekor sapi dan 143 kambing. Dari jumlah itu hewan kurban yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dan Baznas Bazis Kota Jakarta Timur, 37 ekor sapi dan 127 kambing didistribusikan ke 10 kecamatan.
Penyembelihan ditinjau langsung Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Timur Achmad Salahuddin, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin.
Penyembelihan yang dilakukan di hari kedua Iduladha atau tasyrik, mengikuti ketentuan syarat sah dan kondisi serta kesehatan hewan. Mengedepankan kepastian prinsip ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh dan Halal oleh Juru Sembelih Halal (Juleha).
“Seluruh petugas agar menjalani tugas dengan baik secara maksimal, Sehingga proses penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban berjalan lancar,” kata Walikota.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menilai, pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian untuk evaluasi ke depan.
“Kami dari dokter hewan sudah melaksanakan pemeriksaan antemortem sebelum pemotongan, dan seluruh sapi maupun kambing dalam kondisi sehat,” ujar Hasudungan.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan, pembinaan, serta monitoring terhadap proses pemotongan hewan kurban agar pelaksanaannya semakin baik, khususnya dalam penerapan higienitas dan sanitasi. Menurutnya, masih ditemukan beberapa kondisi yang perlu diperbaiki, seperti daging yang masih menyentuh pasir atau tanah saat proses pemotongan berlangsung.
Dijelaskanya, ke depan pihaknya akan menjadi bahan evaluasi agar para petugas pemotongan menggunakan alas yang lebih layak dan higienis.
“Dengan peningkatan higienisanitasi sistem pemotongan, kualitas daging kurban juga akan menjadi lebih baik,” tambahnya.
Dilanjutkannya, pelaksanaan kurban tidak hanya harus memenuhi unsur halal, tetapi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan pangan. Pemotongan hewan kurban sendiri dilakukan oleh juru sembelih halal (Juleha) yang telah bersertifikasi.
“Secara umum hewan kurban sudah memenuhi kategori aman, sehat, utuh, dan halal. Namun, yang tidak kalah penting adalah penerapan higienisanitasi yang baik selama proses pemotongan berlangsung,” pungkasnya. (AJ)