Senin, 25 Mei 2026 14:49
Sebanyak 24 organisasi kemasyarakatan (ormas) mengikuti kegiatan Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Terorisme dan Gerakan Radikalisme di Jakarta Timur, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur dilaksanakan di Ruang Serbaguna Blok C, Bambu Apus.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan, hadir membuka kegiatan, yang menghadirkan narasumber Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Taufan Bakri, serta Kasubnit Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kompol Ridjoko Suseno.
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan gerakan radikalisme di wilayah Jakarta Timur. Selain itu, forum tersebut juga menghasilkan berbagai rumusan dan masukan dari peserta sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme.
Eka lebih lanjut mengatakan, peran aktif masyarakat sangat penting dalam membantu aparat penegak hukum melakukan deteksi dini terhadap munculnya gerakan radikal maupun aktivitas terorisme.
“Peran aktif seluruh masyarakat akan sangat membantu tugas-tugas aparat penegak hukum, terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal serta aktivitas terorisme,” ujar Eka.
Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan agar terus bersinergi dengan masyarakat serta menempatkan pemahaman mengenai radikalisme dan terorisme secara adil dan proporsional. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah memberikan stigma negatif terhadap agama maupun ras tertentu.
Penanganan persoalan radikalisme dan terorisme memerlukan pendekatan multidimensi dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk organisasi kemasyarakatan. “Diperlukan pendekatan multi dimensi untuk memecahkan akar masalah ini dengan melibatkan berbagai elemen, di antaranya organisasi kemasyarakatan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat lebih aktif dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman terorisme serta gerakan radikalisme demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Timur. (AJ)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4