Rabu, 06 Mei 2026 14:41
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Seminar Literasi Digital bertajuk “Hoaks, Disinformasi, dan Peran Publik di Era AI”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tantangan arus informasi di era digital yang semakin kompleks.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) tersebut secara resmi dibuka langsung Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, yang didampingi Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta Syalie Gestanon, dan Kepala Suku Dinas Kominfotik Kota Jakarta Timur, Nuruning Septarida. Hadir dalam kesempatan ini selaku narasumber Associate Professor Monash University Ika Karlina dan Pemeriksa Fakta Profesional Bentang Febrylian.
Kegiatan yang digelar secara daring dan luring diikuti para Ketua RT/RW, Dasawisma, Karang Taruna, Pusat Sumber Daya Wanita, Komunitas Informasi Masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tantangan arus informasi di era digital yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Walikota menekankan bahwa kemajuan teknologi, media sosial, dan berbagai platform digital telah memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Namun demikian, kondisi tersebut juga membuka peluang semakin cepatnya penyebaran hoaks dan disinformasi.
Ia menjelaskan, di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), informasi yang tidak benar dapat dikemas secara meyakinkan hingga menyerupai fakta. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk memiliki kemampuan literasi digital yang lebih baik, tidak hanya dalam mengakses informasi, tetapi juga dalam memilah, memverifikasi, dan menyikapi informasi secara bijak.
“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga ruang digital yang sehat. Setiap warga harus tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak menyebarluaskan konten yang meragukan, serta aktif melaporkan dan meluruskan informasi yang keliru,” kata Walikota.
Lebih lanjut, disampaikannya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi digital melalui berbagai kegiatan edukasi dan kolaborasi dengan komunitas, akademisi, serta perangkat daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan disinformasi, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.
Melalui seminar tersebut, Walikota berharap para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai tantangan hoaks dan disinformasi di era AI, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat.
"Saya sampaikan apresiasi kepada Diskominfotik DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, harapanya, jelas seminar ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta Timur," pungkasnya. (AJ)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4