Sabtu, 02 Mei 2026 17:14
Menghadapi fluktuasi ekonomi dan tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) di pertengahan 2026, Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menekankan pentingnya sinergi tripartit dalam Peringatan Hari Buruh (May Day) 2026. Hal itu diungkapkan Walikota saat membuka Hari Buruh di Aula Serbaguna Bambu Apus, Sabtu (2/5/2026).
Mengusung tema, “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, Walikota menegaskan kesejahteraan pekerja dan stabilitas industri hanya bisa dicapai melalui kolaborasi nyata, bukan sekadar seremonial.
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan dinamika ketenagakerjaan pada pertengahan tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait kondisi ekonomi yang memicu fluktuasi angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski demikian, Pemerintah Kota Jakarta Timur terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif guna menjaga stabilitas ketenagakerjaan.
Ia menegaskan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, antara lain kesejahteraan pekerja, keselamatan kerja, serta pembangunan hubungan industrial yang adil dan harmonis.
Oleh karena itu, momentum Hari Buruh diharapkan dapat menjadi penguat komitmen bersama dalam memperjuangkan keadilan sosial dan peningkatan kualitas hidup pekerja tanpa mengabaikan produktivitas.
“Peringatan Hari Buruh harus menjadi semangat kolektif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, demi terciptanya iklim kerja yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan,” ujar Walikota.
Rangkaian kegiatan May Day 2026 di Jakarta Timur juga diisi dengan berbagai aktivitas positif, mulai dari pertandingan olahraga seperti tenis meja dan catur, hingga kegiatan sosial berupa santunan anak yatim, donor darah, pembagian sembako, serta penyerahan bibit pohon.
Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan semangat solidarity in action, di mana olahraga mengajarkan sportivitas, sementara kegiatan sosial memperkuat nilai kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa hubungan industrial yang ideal tidak hanya berfokus pada kontrak kerja, tetapi juga mencakup kepedulian sosial serta pelestarian lingkungan.
Dengan demikian Walikota mengajak seluruh pihak untuk terus melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin, tidak hanya dalam momentum seremonial May Day, tetapi juga dalam implementasi kebijakan dan interaksi sehari-hari di lingkungan kerja. Sehingga dapat terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkelanjutan di Kota Jakarta Timur.
Kegiatan Hari Buruh juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Fauzi, anggota Lembaga Kerjasama Tripartit, serta para pimpinan dan anggota Federasi Serikat Pekerja di wilayah Jakarta Timur.
Sementara itu, Aji, salah satu anggota dari FSPKEP Kota Jakarta mengaku senang dapat mengikuti peringatan May Day 2026 Kota Jakarta Timur sebagai refleksi dan silaturahmi bagi pekerja.
"Acara meriah terhibur dan semoga buruh dapat terus sejahtera," pungkasnya. (AJ)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4