Kamis, 02 April 2026 16:25
Di tengah kompleksitas persoalan sampah yang dihadapi Jakarta, perubahan nyata dilakukan di RW 01, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di sini, sampah bukan lagi sekadar limbah yang menumpuk di pinggir jalan, melainkan sumber daya yang dikelola dengan tangan dingin oleh warga melalui sistem yang mandiri dan berkelanjutan.
Warga setempat mengolah sampah rumah tangga seperti sisa makanan dan bekas memasak langsung dari rumah masing-masing. Sampah organik tersebut dipilah dan diangkut secara terjadwal setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dari wadah yang telah disediakan di setiap rumah. Pengangkutan dilakukan penggiat Bank Sampah Berkah Srikandi RW 01 Kelurahan Pondok Bambu.
Sementara untuk sampah anorganik, warga berperan sebagai nasabah bank sampah yang sama. Sampah plastik dan jenis anorganik lainnya juga dipilah dan dikumpulkan, lalu disetor untuk dijual kepada pengepul dengan harga Rp1.000 per kilogram.
Langkah ini bermula dari sebuah kesadaran sederhana namun mendalam, tanggung jawab terhadap lingkungan yang dimulai dari dapur masing-masing. Kegiatan ini sudah berjalan selama tujuh tahun, namun untuk pengolahan sampah organik seperti sampah bekas makanan sudah berjalan 2 tahun lebih dengan pembudidayaan maggot untuk mengurai sampah.
Maggot-maggot ini kemudian menjadi pakan budidaya ikan di kolam gizi Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pondok Bambu Berseri, selain itu juga sampah organik diolah untuk makanan ayam ternak petelur dan pembuatan eco enzyme.
“Sebagai RW, kita ingin menjalankan program pemerintah untuk mengolah sampah dengan baik, jadi dari RW 01 ini berinovasi menjalankan bagaimana sampah semaksimal mungkin tidak keluar dari wilayah, sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama, setiap RW bisa mengelolanya sehingga permasalahan sampah bisa ditangani,” jelas Ketua RW 01, Kelurahan Pondok Bambu, Edi Suwito.
Hadirnya Bank Sampah Berkah Srikandi disambut baik Eva Dwi Kristiawati. Sebagai warga yang mengolah sampah dari rumahnya, ia menyampaikan sangat baik sekali untuk lingkungan dengan adanya pilah sampah organik dan anorganik dari rumah, sehingga memudahkan penggiat Bank Sampah Berkah Srikandi untuk mengolah sampah dengan baik.
Selain itu, ia menyebutkan untuk pilah sampah tersebut sangat mudah dilakukan, lantaran wadah yang difasilitasi sudah terpisah dan pengambilan sampahnya pun rutin dilaksanakan.
“Sangat mudah sekali untuk pilah sampah, dari sisa bekas makanan dan bekas masak tinggal dibuang di wadah yang sudah difasilitasi, nanti diambil oleh petugas, untuk sampah plastik dan lainnya juga beda wadahnya jadi petugas sampah tinggal ambil saja tanpa harus dipilah lagi,” tuturnya. (AD)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4