Selasa, 03 Maret 2026 14:05
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Baznas Bazis kembali menggelar Program Hapus Tato Gratis di Ruang Serbaguna Blok C, Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan hari ke-13 Ramadan ini diikuti 200 peserta dari berbagai wilayah di Jakarta Timur.
Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, meninjau langsung pelaksanaan program, didampingi Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur, Eka Nafisah. Menurut Munjirin, program ini merupakan agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun.
“Alhamdulillah peserta pada hari ini yang mendaftar kurang lebih 200 orang. Mudah-mudahan bisa terselesaikan satu hari, pada hari ini sampai sore,” kata Walikota.
Walikota menilai antusiasme warga cukup tinggi dalam Program Hapus Tato. Salah satu peserta yang menarik perhatiannya yakni seorang lansia yang telah mengikuti program ini sebanyak empat kali.
“Tadi ada peserta lansia, dia rutin ikut dan ini yang keempat kali. Dia bercerita masa mudanya dulu mungkin memasang tato tanpa pertimbangan matang, dan sekarang di masa tua ingin membersihkannya,” jelasnya.
Para peserta yang mengikuti program mendaftar secara online. Pendaftaran tersebut sudah dibagikan ke grup-grup hingga banyak warga yang antusias mengikuti program tersebut.
Usai mendaftar, para peserta wajib melakukan screening kesehatan meliputi tensi darah, juga pengambilan darah untuk mengecek Hepatitis B dan Hepatitis C. Dilanjutkan dengan konsultasi dokter untuk pembacaan hasil, setelah itu baru menjalani procedural hapus tato.
Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur, Eka Nafisah, menambahkan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya menyediakan kuota untuk 160 orang. Walaupun awalnya menargetkan 180 peserta, panitia akhirnya melayani hingga 200 orang karena tingginya permintaan.
“Meskipun pagi tadi sempat hujan, peserta tetap datang bertahap. Kami menyiapkan empat mesin laser agar proses pengerjaan bisa selesai hari ini juga,” jelasnya.
Di sisi lain, Asep, penanggung jawab kegiatan hapus tato menjelaskan, tato tidak bisa otomatis langsung hilang. “Jadi, harus beberapa kali baru hilang. Untuk ketentuan besar Tato yang dihapus dua KTP atau seukuran hp. Kita tidak bisa besar karena dampaknya bisa demam, nyeri, lebam, lepuh, dan luka bakar,” ungkapnya. (JS)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4