Minggu, 15 Februari 2026 19:04
Puluhan anak-anak Sekolah Minggu Vihara Viriya Bala menggelar tradisi pembersihan Rupang Buddha menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Minggu (15/2/2026). Kegiatan sakral di lokasi yang beralamat di Jalan Lewa II, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, bukan sekadar pembersihan patung Buddha.
Kegiatan rutin sebelum Imlek itu memiliki makna lebih mendalam. Melambangkan penyucian jiwa dan pembersihan diri dari segala hal negatif.
Momen ini menjadi perenungan bagi umat untuk membuang kekotoran batin, menyambut tahun baru dengan hati yang suci, sekaligus sebagai wujud penghormatan kepada Tri Ratna.
Ada lima Rupang Buddha yang dibersihkan dalam kegiatan itu, terdiri atas empat patung berukuran kecil dan satu patung berukuran sedang. Anak-anak dengan ceria membersihkan rupang menggunakan air dan tangan, meskipun ada juga yang tak kebagian sikat gigi untuk membersihkan bagian-bagian tertentu.
Liana Dhannya, Pengurus Yayasan Vihara Viriya Bala Bidang Pendidikan dan Sosial Budaya menjelaskan, makna di balik tradisi turun-temurun tersebut. Ia menyebutkan bahwa pembersihan rupang erat kaitannya dengan momen "Toapekong dapur naik" atau dewa dapur yang naik ke langit untuk melaporkan aktivitas manusia selama setahun sebelum Tahun Baru Imlek.
“Saat mereka naik itu, kita bersihkan semua itu. Setelah Imlek para dewa dipercaya turun kembali dalam keadaan yang lebih bersih,” jelas Liana.
Hal ini menurutnya sebagai simbol bagi umat untuk membuka diri, membersihkan batin sebelum Imlek agar dapat menerima keadaan yang lebih baik. “Biar berkahnya mengalir lebih lancar,” cetusnya.
Salah seorang peserta, Annya, mengaku senang bisa ikut serta dalam ritual tersebut. Meski hanya membersihkan satu rupang dengan tangan lantaran tak kebagian sikat, ia tetap gembira.
“Tadi pas aku bersihin Rupang Buddha aku senang,” ucapnya. (JS)
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4