Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) di Ruang Antasari, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, beserta jajaranya, sejumlah legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Kapolres Metro Jaksel, Kombes I Putu Yuni Setiawan dan Dandim 0504/Jaksel, Letkol Kav I Nyoman Artawan.
"Di wilayah yang dinamis dengan kompleksitas yang tinggi, kita dihadapkan pada berbagai isu global yang berkembang di tengah masyarakat. Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan jika kita masih mengedepankan ego sektoral atau bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bekerja dalam ekosistem, yaitu kolaborasi lintas sektoral," ujar Walikota Syafrin.
Melalui forum Coffee Morning ini, Syafrin ingin membuka ruang dialog yang jujur dan solutif untuk menggalang upaya bersama dalam menghadapi isu-isu strategis, antara lain Bidang Pemerintahan, Hukum dan Ketertiban Umum. Lalu, Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Ekonomi dan Sosial-Budaya, serta Bidang Pendidikan dan Keagamaan.
Kemudian, Syafrin menyebut, saat ini dalam upaya pengendalian banjir, Pemkot Jakarta Selatan juga melakukan berbagai upaya-upaya, diantaranya pembangunan embung dan situ, pembuatan sumur resapan, kerja bhakti massal di saluran dan aliran sungai, serta memanfaatkan teknologi Flood Control System melalui penyediaan CCTV Integrasi, untuk memantau ketinggian air secara real.
"Kami juga menyoroti maraknya pengaduan parkir liar di media sosial yang menjadi sorotan terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini saya mengimbau untuk Sudin Perhubungan berkolaborasi dengan unsur-unsur terkait untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku parkir liar dan memperkuat patroli terpadu untuk menciptakan efek jera dan menjaga ketertiban ruang publik," ucapnya.
Terkait Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari sumber, Syafrin pun mengimbau untuk dapat melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah di gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga lingkungan rumah tangga.
Syafrin juga menyoroti terkait lowongan pekerjaan untuk program padat karya guna mengantisipasi dampak ekonomi global maupun domestik. “Maka itu, para SKPD untuk benar-benar memperhatikan program ini, jangan sampai ada titipan atau intervensi orang dalam juga harus transparan dan responsif terhadap masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Legislator DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino menegaskan, bahwasannya DPRD DKI Jakarta siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder dalam membangun Jakarta Selatan menjadi kota yang lebih humanis dan berdampak baik bagi warganya.
"Banyak doa dan harapan yang saya titipkan untuk Pak Walikota dalam membangun kota ini. Saya yakin di bawah kepemimpinan beliau, Jakarta Selatan akan menjadi jauh lebih baik dan hebat," tandasnya.