Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jaksel melakukan Panen Serentak Labu Madu di 167 lokasi dengan hasil 1,1 ton Labu Madu.
Walikota Administrasi Kota Jakarta Selatan, M Anwar, mengatakan, kegiatan panen serentak ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan keluarga, optimalisasi pemanfaatan lahan perkotaan, serta penguatan gerakan urban farming di wilayah Jakarta Selatan.
"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam budidaya tanaman pangan yang produktif dan bernilai ekonomi," ujar Anwar saat melakukan panen di Kelompok Tani Apel, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Selasa (26/5).
Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar, menjelaskan, kegiatan panen hari ini dilaksanakan di 167 lokasi, yang terdiri dari urban farming TP PKK 75 lokasi, RPTRA 62 lokasi dan Kelompok Tani dan Urban Farming 30 lokasi.
Adapun total hasil panen yang berhasil dihimpun, lanjut Diah, selain Labu Madu 1,1 ton, terdapat juga sayuran lainnya seperti, Pakcoy, Kangkung, Cabai, Terong, Tomat dan Bayam sebanyak 710,50 kilogram, buah-buahan 295 kilogram dan Ikan Nila serta Lele 150 kilogram.
"Kegiatan panen, khususnya Labu Madu ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan pertanian perkotaan yang berkelanjutan," jelasnya.
Diah menambahkan, Labu Madu dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena memiliki kandungan kaya akan serat, vitamin A, C dan Beta Karoten. Sayuran ini sangat baik untuk mendukung kesehatan mata, memperkuat kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan jantung.
"Apabila dikonsumsi atau dibagikan kepada anak-anak stunting, Labu Madu ini juga memiliki nilai gizi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak," tambahnya.