Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho, menyampaikan bahwa dalam mengatasi permasalahan terhadap anak tidak dapat hanya dibebankan pada guru atau sekolah semata, namun juga diperlukan keterlibatan berbagai komponen lain, mulai dari lingkungan masyarakat hingga peran keluarga.
Hal tersebut disampaikan Ali Murthadho saat menghadiri menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Halal Bihalal Sudin Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (23/4). Kegiatan tersebut diikuti oleh 229 kepala sekolah negeri dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA/SMK, serta 50 kepala SD swasta dan 48 kepala subbagian tata usaha tingkat SMA dan SMK.
“Dalam forum yang sangat baik ini, Pemkot Jakarta Selatan menekankan terkait permasalahan anak, terutama mengenai isu perundungan, pelecehan, tawuran, dan hal-hal serupa lainnya yang masih kerap terjadi. Ini merupakan momentum yang tepat untuk menyelaraskan visi serta mencari langkah-langkah konkret dan solutif dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut," tuturnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian acara ini dengan saksama. “Tantangan di dunia pendidikan saat ini tidak hanya terbatas pada pembentukan karakter anak, tetapi juga mencakup aspek penting lainnya, seperti tata kelola keuangan dan manajemen sekolah," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menuturkan, sebagaimana yang disampaikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, Jakarta sedang menuju kota global yang berbudaya. Salah satu upayanya adalah untuk menekan angka rasio permasalahan anak di Jakarta, dibutuhkan intervensi dan kiprah di dunia pendidikan menjadi bagian yang sangat penting.
"Harapan kami, semoga kegiatan ini dapat melahirkan program yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap indikator-indikator Jakarta sebagai kota global yang berbudaya," tambahnya.