Ruang Bersama Indonesia (RBI) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan diresmikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi di RPTRA Citra Betawi, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Rabu (8/4). Pada peresmian tersebut turut hadir Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Selatan, Diah Anwar dan Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ahmad Basyarudin.
Menteri Arifah Fauzi mengatakan, RBI merupakan gerakan kolaboratif lintas kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan langsung dari tingkat akar rumput.
"Fokus utamanya adalah menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat kelurahan. Jika tingkat desa atau kelurahan bergerak, dampaknya akan terasa secara nasional," ujarnya.
Arifah melihat, wajah RBI yang sesungguhnya ada di Jakarta Selatan, karena sudah terintegrasi layanan seperti Mobil Sapa 129, Perpustakaan Keliling, hingga layanan UMKM. Ia berharap, kehadiran RBI dapat memiliki semangat responsif layaknya petugas pemadam kebakaran yang cepat tanggap dalam melayani masyarakat.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya ketegasan aparatur kewilayahan dalam menekan angka stunting dan mencegah perkawinan anak, serta mendukung penerapan Peraturan Menkomdigi Nomor 9 Tahun 2024 terkait pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun guna menjaga kesehatan mental generasi muda.
"Mari kita dukung program ini dalam menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, melalui pemeriksaan kesehatan gratis, makan bergizi gratis, dan sekolah gratis," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan, pembentukan RBI ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan antara KemenPPPA RI dengan Pemprov DKI Jakarta Tahun 2025 serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 334 Tahun 2023.
"Pada tahun 2025, kami sudah melakukan uji coba RBI di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara dan Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Hari ini, 10 kelurahan yang mewakili setiap kecamatan di Jakarta Selatan telah siap melaksanakan program RBI," bebernya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan, Ahmad Basyarudin memaparkan, dengan populasi mencapai 2,3 juta jiwa yang tersebar di 65 kelurahan, Jakarta Selatan memiliki 62 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang akan dioptimalkan sebagai pusat layanan RBI.
Basyarudin menambahkan, agar program RBI ini berdampak nyata, pihakmya telah menetapkan lima langkah konkret.
“Mulai dari penguatan peran Lurah sebagai koordinator, optimalisasi kader (PKK, Dasawisma, Posyandu, Relawan SAPA), pemanfaatan RPTRA sebagai pusat aktivitas tematik seperti Jakpreneur, integrasi layanan kesehatan yang inklusif, hingga penguatan monitoring berbasis wilayah,” tuturnya.