Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, memimpin kegiatan Pengawasan Pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pengawasan pangan dilakukan di lima lokasi di Jakarta Selatan, salah satunya di Aeon Mall Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa.
M Anwar, mengatakan, untuk memastikan keamanan pangan jelang Hari Raya Idul Fitri, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta.
"Alhamdulillah, dari 19 jenis sampel yang diperiksa di sini, baik dari kategori makanan olahan, produk pertanian, perikanan, maupun peternakan seluruhnya dinyatakan negatif dari zat berbahaya dan dalam kondisi baik," ujar M Anwar di Mall AEON Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Ia menyampaikan, kegiatan pengawasam pangan ini juga merupakan upaya Pemkot Jakarta Selatan untuk memastikan bahwa seluruh warga Jakarta Selatan dapat mengonsumsi pangan yang aman dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan di masa depan.
Anwar, menyebut, berdasarkan temuan di lapangan, produk yang mengandung zat berbahaya biasanya lebih banyak ditemukan di pasar tradisional atau pedagang kaki lima. Sering kali masyarakat hanya mencari harga yang murah tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Padahal, harga yang sangat murah terkadang menyimpan risiko penggunaan zat kimia berbahaya.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang akan merayakan Lebaran dapat memperoleh bahan pangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya. Maka itu, saya mengimbau kepada seluruh warga untuk lebih selektif dalam memilih bahan pangan," ucapnya.
Sementara, Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan, pengawasan keamanan pangan pada hari ini dilakukan di lima titik atau lima target, yaitu tiga supermarket dan dua pasar tradisional. Supermarketnya adalah Fresh Market AEON Mall, Naga Swalayan, dan Transmart Cilandak. Sementara untuk pasarnya adalah Pasar Tradisional Pasar Minggu dan Pasar Tradisional Lenteng Agung.
Hasil pengawasan dan uji sampel hari ini, lanjutnya, tidak ditemukan adanya zat berbahaya dari bahan pangan komoditas pertanian, peternakan dan perikanan.
"Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, komoditas pangan, baik di pasar tradisional maupun pasar swalayan terjamin keamanannya. Sehingga, masyarakat terhindar dari bahaya penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia berbahaya," bebernya.