Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta melakukan verifikasi lapangan Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, mengatakan, inovasi yang menjadi penilaian di sini meliputi pengelolaan bank sampah, penanganan limbah rumah tangga, pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga edukasi kebencanaan berbasis keluarga dengan melibatkan seluruh sektor terkait serta peran aktif kader TP PKK.
"Inovasi-inovasi yang digalakan di Kelurahan Cikoko ini adalah upaya kita bersama, yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sehat, berdaya, serta tangguh terhadap risiko bencana," ujarnya.
Ia berharap, ada masukan konstruktif serta rekomendasi strategis dari tim verifikasi agar program GKSTTB di Jakarta Selatan dapat terus ditingkatkan. "Semoga program ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Suni Sigit, menuturkan, Program GKSTTB merupakan amanah lanjutan dari hasil Rakernas X PKK tahun 2025. GKSTTB ini merupakan program unggulan nasional Pokja IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan.
"Ini bukanlah hal baru, karena pada periode 2021-2024, kami telah melaksanakan proyek percontohan (pilot project) serupa. Jakarta Selatan sebelumnya juga telah mengukir prestasi melalui Kelurahan Cilandak Barat," katanya.
Suni menyebut, program ini akan dipantau dan diidentifikasi permasalahan yang ada selama enam bulan. Kemudian, disusun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama empat tahun ke depan. Untuk verifikasi lapangan hari ini, data yang digunakan adalah data per Desember 2025. Selain progres peningkatan setiap semester, poin penilaian dari TP PKK adalah semua proses yang berjalan.
"Harapannya program ini benar-benar dapat merubah suatu kawasan dan memperbaiki hal-hal yang memang membutuhkan upaya lebih untuk penuntasannya. Jangan anggap ini hanya sebagai perlombaan semata, semua harus dikembangkan dengan baik ke depannya," tuturnya.