SIARAN PERS
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA
(Press Release)

Ditutup Wagub Rano, JFF 2026 Catat 80 Ribu Pengunjung dan Ratusan Gagasan Baru

Minggu, 07 Juni 2026 22:01

DKI Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menutup Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada Minggu (7/6) malam. Kegiatan bertema “Menavigasi Resiliensi” itu berhasil menarik lebih dari 80 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.

Dalam sambutannya, Wagub Rano menegaskan, JFF merupakan ruang kolaborasi lintas sektor untuk merancang masa depan Jakarta sebagai kota global. Festival tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang bersama untuk bertukar gagasan dan membangun masa depan Jakarta secara kolektif.

“Setelah tiga hari Jakarta Future Festival dilaksanakan, hari ini kita tutup dengan kegiatan yang sangat luar biasa. Festival ini bukan pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan gagasan. Kita banyak mendengar masukan, dan nantinya akan kita kolaborasikan dalam pembangunan Jakarta ke depan,” ujarnya.

Menurut Wagub Rano, tema “Menavigasi Resiliensi” dipilih karena mencerminkan daya lenting warga Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan geografis, perubahan iklim, banjir, kemacetan, hingga tekanan ekonomi perkotaan.

“Temanya menavigasi resiliensi, atau mengarahkan tentang ketangguhan. Jakarta ini hidup karena warganya tangguh. Itu yang menjadi benang merahnya,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, JFF 2026 menghadirkan 52 sesi diskusi yang terdiri atas 45 Urban Talks dan tujuh Jakarta Forecast. Festival ini melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional, serta menghadirkan 27 pertunjukan musik dan seni budaya.

Tak hanya menjadi ruang diskusi, JFF 2026 juga menjadi panggung kolaborasi warga. Berbagai kegiatan seperti laboratorium kebijakan, perbincangan lintas generasi, aksi komunitas, pameran inovasi, pasar kreatif, hingga ruang bermain anak turut meramaikan festival. Sebanyak 72 pelaku UMKM juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu agenda utama festival ini ialah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City. Forum tersebut mengajak publik merefleksikan identitas Jakarta menjelang usia kota yang ke-500 pada 22 Juni 2027 mendatang.

Wagub Rano menandaskan, peringatan lima abad Jakarta harus menjadi perayaan bersama seluruh warga, bukan sekadar agenda formal pemerintah. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong keterlibatan seniman, budayawan, komunitas, sekolah, RT/RW, pelaku UMKM, hingga media untuk merayakan Jakarta melalui ruang-ruang keseharian mereka.

“Dikatakan bahwa kegiatan ini bukan kegiatan pejabat, melainkan kegiatan warga. Pemerintah hanya mendukung,” tandasnya.

Pada hari terakhir pelaksanaan, JFF 2026 menghadirkan 19 profesor dari berbagai universitas internasional untuk berdiskusi mengenai desain perkotaan dan ketahanan kota dalam menghadapi tantangan masa depan. Kehadiran para akademisi tersebut memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap pertukaran gagasan global.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan berbagai hasil diskusi selama festival akan ditindaklanjuti melalui pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan.

“Hal baru yang akan segera kami tindak lanjuti adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan. Besok, Pak Gubernur juga akan meresmikan Urban Knowledge Hub di Niaga Semesta lantai 6 sebagai bentuk keberlanjutan dari Jakarta Future Festival,” tuturnya.

Melalui JFF 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap semangat kolaborasi, inovasi, dan ketangguhan warga terus tumbuh dalam perjalanan Jakarta menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

  • Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta
Website:https://www.jakarta.go.id/pusatmedia
Twitter:@DKIJakarta
Facebook:Pemprov DKI Jakarta
Instagram:@DKIJakarta
Topik:JFF
Download 
...

Foto 1

...

Foto 2

...

Foto 3

...

Foto 4