SIARAN PERS
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA
(Press Release)

Tembus 148 Negara, Wagub Rano Apresiasi Kesuksesan Global Film Ghost in the Cell

Minggu, 07 Juni 2026 15:14

DKI Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri konferensi pers dan nonton bareng film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi capaian film karya sineas Indonesia yang berhasil meraih jutaan penonton dan menembus pasar internasional.

Film Ghost in the Cell telah ditonton lebih dari 3,2 juta orang dalam 32 hari penayangan. Wagub Rano menilai capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas sekaligus daya tarik perfilman nasional di tengah persaingan industri hiburan global.

“Keberhasilan film ini menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Apalagi hak distribusinya telah terjual ke 148 negara. Ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menembus pasar dunia dan menjadi sarana promosi budaya Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.

Menurut Wagub Rano, prestasi tersebut menjadi fenomena positif bagi industri perfilman nasional. Di saat sejumlah negara mengalami penurunan jumlah penonton bioskop akibat pergeseran ke platform digital, Indonesia justru mencatat pertumbuhan signifikan.

“Jumlah penonton film di Indonesia pada 2024 mencapai 122 juta orang. Jakarta masih memiliki sekitar 3.500 layar bioskop aktif. Ini menjadi anomali yang menarik perhatian investor, produser, dan sineas dunia untuk datang dan berkarya di Indonesia, khususnya Jakarta,” jelasnya.

Sebagai pusat industri kreatif nasional, Jakarta memiliki posisi strategis dalam mendorong perkembangan sektor perfilman. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen memperkuat ekosistem industri kreatif melalui penyediaan ruang kolaborasi, kemudahan penyelenggaraan kegiatan kreatif, serta berbagai dukungan bagi pelaku industri film.

Pemprov DKI Jakarta saat ini juga tengah mempersiapkan pembentukan Jakarta Film Commission sebagai upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema sekaligus destinasi produksi film.

“Jakarta sedang mendesain Jakarta Film Commission. Ke depan, kami ingin menghadirkan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi sineas Indonesia agar semakin banyak karya berkualitas lahir dari Jakarta,” ungkap Wagub Rano.

Menurutnya, film Ghost in the Cell tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang refleksi sosial yang mengangkat berbagai persoalan kehidupan masyarakat secara kreatif dan konstruktif. Karena itu, ia berharap keberhasilan film tersebut dapat menginspirasi sineas muda untuk terus berkarya dan menghadirkan film berkualitas.

Dalam momentum Bulan Bung Karno, Wagub Rano juga menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai instrumen pembangunan karakter bangsa. Ia mengingatkan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, memiliki perhatian besar terhadap dunia seni dan kebudayaan.

“Bung Karno memandang seni dan film bukan sekadar hiburan. Seni harus mampu mencerminkan realitas masyarakat dan membangkitkan kesadaran sosial. Karena itu, ada hubungan yang sangat kuat antara film dan kebudayaan,” ungkapnya.

Wagub Rano optimistis perkembangan perfilman Indonesia akan terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari hampir seluruh film Indonesia yang beredar dalam beberapa bulan terakhir berhasil mencatat jumlah penonton tinggi, sementara produksi film nasional kini mendekati 120 judul per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem perfilman kita terus tumbuh. Saya berharap keberhasilan Ghost in the Cell menjadi inspirasi bagi para sineas untuk terus menghasilkan karya terbaik, sehingga Jakarta dapat semakin berkembang sebagai kota kreatif dan menjadi rumah bagi kemajuan industri perfilman Indonesia,” pungkasnya.

  • Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta
Website:https://www.jakarta.go.id/pusatmedia
Twitter:@DKIJakarta
Facebook:Pemprov DKI Jakarta
Instagram:@DKIJakarta
Topik:film
Download 
...

Foto 1

...

Foto 2

...

Foto 3

...

Foto 4