Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri perayaan Paskah Bersama Hamba Tuhan dan Warga Jemaat di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (10/4). Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh jemaat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan merawat harmoni sosial sebagai fondasi penting membangun Jakarta.
Gubernur Pramono menegaskan, kemajuan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan warganya menjaga kerukunan dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Jakarta membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan. Kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari harmoni sosial warganya,” ujarnya.
Menurut Gubernur Pramono, kebersamaan dan kerukunan antarumat yang terjaga dengan baik akan memberi manfaat besar bagi kehidupan kota. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun Jakarta dalam suasana tenang, rukun, dan penuh semangat kebersamaan.
“Yang paling penting adalah kerukunan, kebersamaan, dan kebahagiaan. Jika kita bekerja dengan gembira, hasilnya pun akan berbeda,” tuturnya.
Gubernur Pramono juga mengapresiasi Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, yang dinilai menghadirkan ruang kebersamaan melalui perayaan Paskah bersama warga Jakarta Barat. Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata dalam merawat toleransi, kepedulian sosial, dan persaudaraan lintas agama.
“Nilai kasih, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama menjadi cerminan makna Paskah,” katanya.
Gubernur Pramono pun mengajak masyarakat Jakarta Barat terus menjaga kebersamaan melalui berbagai perayaan lintas budaya dan keagamaan. Upaya ini menjadi wujud Jakarta sebagai kota inklusif yang memberi ruang bagi semua.
“Selamat merayakan Paskah bagi seluruh jemaat. Semoga sukacita dan damai sejahtera menyertai langkah kita bersama dalam membangun Jakarta, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.
Sementara itu, Inggard Joshua berharap perayaan Paskah membawa kedamaian dan pembaruan dalam kehidupan umat. Menurut dia, Paskah bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat akan makna pengorbanan, kebangkitan, dan harapan baru.
“Nilai-nilai ini relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, terutama dalam membangun Jakarta sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan toleran,” ujarnya.
Inggard menambahkan, Jakarta merupakan rumah bagi keberagaman, tempat berbagai suku, agama, dan latar belakang hidup berdampingan. Dalam keberagaman itu, masyarakat tidak hanya hidup bersama, tetapi juga tumbuh bersama dalam semangat saling menghargai dan menjaga persatuan.
“Sebagai bagian dari masyarakat Jakarta, kita memiliki peran penting untuk mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota ini secara berkelanjutan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi VIII DPR RI, Erwin Aksa, menyampaikan bahwa nilai-nilai Paskah sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti persaudaraan, keadilan, dan kemanusiaan. Ia menilai Jakarta sebagai kota majemuk merupakan cerminan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Semangat kebangkitan Paskah diharapkan menginspirasi warga Jakarta untuk bangkit dari tantangan kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan. Mari perkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang inklusif, toleran, dan sejahtera,” ujarnya.
Perayaan ini turut dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Budi Awaluddin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Satriadi Gunawan, serta Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.