KPID Jakarta Optimistis Ekonomi Bangkit Lewat Penyiaran

Kamis, 01 April 2021 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Erikyanri Maulana 2239

Peringati Hari Penyiaran, KPID Jakarta Optimistis Ekonomi Bangkit Lewat Penyiaran

(Foto: doc)

Hari Penyiaran Nasional ke-88 tahun ini diperingati pada 1 April 2021. Dalam refleksi setahun ini, Komisi Penyiaran mengangkat tema Penyiaran Mendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca-Pandemi.

Vaksinasi nasional dan penurunan jumlah penderita COVID-19 membangkitkan kembali optimisme akan kebangkitan ekonomi Indonesia,

Wakil Ketua KPID Provinsi DKI Jakarta, Rizky Wahyuni mengatakan, tema tersebut relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

"Vaksinasi nasional dan penurunan jumlah penderita COVID-19 membangkitkan kembali optimisme akan kebangkitan ekonomi Indonesia. Pariwisata mulai bergeliat dan ekonomi mulai bangkit. Tentu ini tidak terlepas dari peran penyiaran. Kami sangat optimis ekonomi Indonesia bangkit lewat penyiaran," ujar Rizky dalam keterangan tertulis yang diterima Beritajakarta.id, Kamis (1/4).

Lembaga penyiaran seperti televisi dan radio pada masa pandemi berperan memberikan informasi kepada masyarakat dengan baik. Keduanya  menyampaikan informasi penerapan prosedur kesehatan kepada masyarakat secara masif dan reguler.

"Selain itu lembaga penyiaran saat ini membantu mengangkat informasi tentang potensi usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sector riil lain. Lalu potensi wisata new normal yang dapat membangkitkan perekonomian masyarakat pascapandemi dalam berbagai bentuk program siaran," jelasnya.

Ia melanjutkan, pandemi yang melanda dunia dan Indonesia sejak satu tahun terakhir menjadikan hampir seluruh sektor kehidupan lumpuh. Seperti sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan penyiaran terdampak lebih awal.

"Dengan adanya pembatasan produksi siaran menghadirkan orang banyak seperti produksi sinetron, variety show, talkshow serta iklan yang berkurang karena pembatasan produksi-produksi iklan. Sekarang sudah semakin membaik," ungkapnya.

Ditambahkan Rizky, bidang penyiaran memiliki agenda digitalisasi penyiaran yang akan ditandai dengan Analog Switch Off (ASO) pada 2022 mendatang. Provinsi DKI Jakarta memasuki tahap 1 ASO 30 Juni/17 Agustus 2021. Dalam pelaksanaan ASO nanti sekurang-kurangnya 66% rumah tangga (setara 44.5 juta rumah tangga) terdampak, termasuk 10 juta masyarakat Provinsi DKI Jakarta.

"Digitalisasi penyiaran ini dapat membangkitkan ekonomi masyarakat dengan pembukaan lapangan usaha baru bidang penyiaran, akan banyak muncul lembaga penyiaran baru dalam digitalisasi penyiaran. Setidaknya minimal ada 64 channel HDTV dan 104 SDTV di Wilayah Layanan Provinsi DKI Jakarta saja," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pelaksanaan ASO Berdampak pada Minimal 66 Persen Rumah Tangga

Hadapi Digitalisasi Penyiaran, KPID DKI Jakarta Siapkan Gerakan CERDAS

Rabu, 31 Maret 2021 2202

Jakarta Menyosong ASO Penyiaran TV Digital Teresterial 2021

Jakarta Menyongsong ASO Penyiaran TV Digital Teresterial 2021

Kamis, 28 Januari 2021 3526

 KPID DKI Gelar Webinar Penyiaran Sebagai Media Pendidikan

KPID DKI Gelar Webinar Penyiaran Sebagai Media Pendidikan

Jumat, 16 Oktober 2020 2412

BERITA POPULER
IMG 20260225 WA0053

Pengendara Diminta Tak Lintasi Jalan Kampung Kramat

Rabu, 25 Februari 2026 43322

Revitalisasi JPO sarinah rezap

Permudah Akses Disabilitas, Revitalisasi JPO Sarinah Diresmikan

Senin, 02 Maret 2026 1290

Verifikasi mudik gratis jakut anita2

Program Mudik Gratis 2026 Disambut Antusias Warga Jakarta Utara

Jumat, 27 Februari 2026 1676

Jis gery ist

Yuk Kunjungi JIS Ramadhan Fest 2026 di Jakarta International Stadium

Jumat, 27 Februari 2026 1311

Stok pangan Food Station doc

Pramono Minta BUMD Siaga Potensi Dampak Rantai Pasok Global

Senin, 02 Maret 2026 676

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks