Upaya menjaga aset wisata di ibu kota rupanya belum berjalan maksimal. Hal itu terlihat di Menara Syahbandar Museum Bahari, di Penjaringan, Jakarta Utara, dimana dalam kondisi yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, sejak 3 bulan terakhir, kondisi plester 3 sisi dinding dari 4 sisi menara tersebut dalam kondisi terkelupas. Padahal sebelumnya, menara yang didirikan sejak tahun 1939 itu mengalami kemiringan sekitar 5 derajat ke arah selatan.
Menara yang dibangun dilahan seluas 846 meter persegi itu, setidaknya terdapat 8 titik kerusakan dibagian dindingnya. Masing-masing titik, plesternya mengalami kerontokan dengan diameter antara 2 - 3 sentimeter. Dari ketiga sisi tersebut, kerusakan yang terparah ada di sisi barat, di mana terdapat 5 titik bagian dinding yang terkelupas.
Kepala Seksi Edukasi dan Pameran UP Museum Bahari, Irfal Guci, membenarkan kerusakan yang terjadi di bagian plester dinding menara. Menurutnya, terkelupasnya bagian dinding tersebut sudah terjadi sejak 3 bulan. "Perbaikan terakhir dilakukan tahun 2012. Sampai sekarang belum ada lagi perbaikan, setahu saya 2014 ini juga belum ada rencana perbaikan," ujarnya, Selasa (25/3).
Menurut Irfal, kerusakan juga tidak lepas dari perubahan sistem perbaikan. Karena sebelumnya, perbaikan dinding menggunakan semen, namun sejak beberapa tahun belakangan ini, tidak lagi menggunakan semen.
Dahulu, lanjut Irfal, kekuatan material hasil renovasi mencapai 5 tahun. Namun setelah dilakukan perubahan material, perbaikan hanya bertahan tidak sampai satu tahun.
Selain sempalnya dinding, banyaknya bangunan disekitar museum juga membuat semrawut lokasi. Sehingga lingkungan gedung museum seluas 1500 meter itu terkesan kumuh. Banyaknya kendaraan dengan tonase lebih yang melintas di sekitar menara menjadi penyebab pondasi menara Syahbadar mengalami kemiringan.
"Lahan disini ini dasarnya tanah rawa, sehingga walau Belanda sedemikian rupa mempersiapkan pondasinya namun tidak disiapkan untuk dilintasi kendaraan berat. Karena pasti akan mempengaruhi struktur pondasi," tuturnya.
Pihaknya, kata Irfal, sudah melaporkan kerusakan tersebut kepada dinas terkait. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan, pihaknya menemui dalam menjaga kelestarian menara karena masih banyak kendaraat berat yang melintas di sekitar lokasi. Hal itu, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap struktur bangunan.
"Kesulitannya, memang di sekitar sana banyak kontainer yang melintas sehingga getarannya mengakibatkan bangunan cepat mengalami kerosi. Nanti akan saya sampaikan ke unit terkait agar segera diperbaiki," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Komisi E Tekankan Pengawasan dan Evaluasi Program SSG
Senin, 25 Mei 2026
647
Sudin LH Jaksel Buat 345 Lubang Biopori Jumbo dan 40 Teba Modern
Kamis, 21 Mei 2026
1601
Pramono Bakal Lantik 891 Pejabat Pemprov DKI Hari Ini
Rabu, 20 Mei 2026
1781
Pramono Dorong Target Net Zero Emission
Jumat, 22 Mei 2026
1343
Transjakarta Borong Penghargaan Best Human Capital Awards 2026