Dinding Menara Syahbandar Terkelupas

Selasa, 25 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 3936

menara_syahbandar_rusak_bayu_jamal.jpg

(Foto: doc)

Upaya menjaga aset wisata di ibu kota rupanya belum berjalan maksimal. Hal itu terlihat di Menara Syahbandar Museum Bahari, di Penjaringan, Jakarta Utara, dimana dalam kondisi yang memprihatinkan. Bagaimana tidak, sejak 3 bulan terakhir, kondisi plester 3 sisi dinding dari 4 sisi menara tersebut dalam kondisi terkelupas. Padahal sebelumnya, menara yang didirikan sejak tahun 1939 itu mengalami kemiringan sekitar 5 derajat ke arah selatan.

Menara yang dibangun dilahan seluas 846 meter persegi itu, setidaknya terdapat 8 titik kerusakan dibagian dindingnya. Masing-masing titik, plesternya mengalami kerontokan dengan diameter antara 2 - 3 sentimeter. Dari ketiga sisi tersebut, kerusakan yang terparah ada di sisi barat, di mana terdapat 5 titik bagian dinding yang terkelupas.

Kepala Seksi Edukasi dan Pameran UP Museum Bahari, Irfal Guci, membenarkan kerusakan yang terjadi di bagian plester dinding menara. Menurutnya, terkelupasnya bagian dinding tersebut sudah terjadi sejak 3 bulan. "Perbaikan terakhir dilakukan tahun 2012. Sampai sekarang belum ada lagi perbaikan, setahu saya 2014 ini juga belum ada rencana perbaikan," ujarnya, Selasa (25/3).

Menurut Irfal, kerusakan juga tidak lepas dari perubahan sistem perbaikan. Karena sebelumnya, perbaikan dinding menggunakan semen, namun sejak beberapa tahun belakangan ini, tidak lagi menggunakan semen.

Dahulu, lanjut Irfal, kekuatan material hasil renovasi mencapai 5 tahun. Namun setelah dilakukan perubahan material, perbaikan hanya bertahan tidak sampai satu tahun.

Selain sempalnya dinding, banyaknya bangunan disekitar museum juga membuat semrawut lokasi. Sehingga lingkungan gedung museum seluas 1500 meter itu terkesan kumuh. Banyaknya kendaraan dengan tonase lebih yang melintas di sekitar menara menjadi penyebab pondasi menara Syahbadar mengalami kemiringan.

"Lahan disini ini dasarnya tanah rawa, sehingga walau Belanda sedemikian rupa mempersiapkan pondasinya namun tidak disiapkan untuk dilintasi kendaraan berat. Karena pasti akan mempengaruhi struktur pondasi," tuturnya.

Pihaknya, kata Irfal, sudah melaporkan kerusakan tersebut kepada dinas terkait. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan, pihaknya menemui dalam menjaga kelestarian menara karena masih banyak kendaraat berat yang melintas di sekitar lokasi. Hal itu, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap struktur bangunan.

"Kesulitannya, memang di sekitar sana banyak kontainer yang melintas sehingga getarannya mengakibatkan bangunan cepat mengalami kerosi. Nanti akan saya sampaikan ke unit terkait agar segera diperbaiki," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7155

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4842

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2705

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2566

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1243

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks