Nakes Lansia di Kramat Jati Mulai Divaksin COVID-19

Rabu, 10 Februari 2021 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 2002

Nakes Lansia di Kramat Jati Mulai Divaksin COVID 19

(Foto: Nurito)

Puluhan tenaga kesehatan yang telah lanjut usia (Nakes Lansia) mulai diberikan vaksin COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemberian vaksin Sinovac ini dilakukan sejak Senin (8/2) hingga Rabu (10/2).

Pemberian vaksin Sinovac bagi Lansia ini aman

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan, pada Senin kemarin tercatat ada 24 Nakes Lansia yang terdaftar untuk divaksin Sinovac. Dari 24 yang terdaftar itu, hanya 19 orang yang divaksin dan lima lainnya ditunda.

Pada hari berikutnya, Selasa (9/2), ada 17 Nakes Lansia yang divaksin. Sedangkan, Rabu (10/2) hari ini, jumlah Nakes Lansia yang akan divaksin belum terhimpun seluruhnya.

"Seluruh Nakes Lansia yang divaksin ini terdiri dari dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat dan apoteker yang bertugas di wilayah Kramat Jati," jelasnya, Rabu (10/2).

Untuk pelayanan pemberian vaksin Sinovac ini, jelas Inda, pihaknya menyiapkan enam posko yang tersebar di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Puskesmas Kelurahan Cawang, Puskesmas Kelurahan Cililitan, Puskesmas Kelurahan Tengah, Puskesmas Kelurahan Kramat Jati1 dan Paviliun Sehat Mutiara Cinta atau Layanan Ibu Anak Puskesmas Kecamatan Kramat Jati.

“Pemberian vaksin Sinovac bagi Lansia ini aman. Hal ini sesuai dengan hasil rilis yang disampaikan pihak Kementerian Kesehatan dan BPOM kemarin. Antusiasme Nakes Lansia juga sangat baik,” lanjut Inda.

Disebutkan Inda, Nakes Lansia yang divaksin harus dalam kondisi fisiknya sehat, tidak ada komorbid atau penyakit penyerta, bukan penyintas. Kemudian masih aktif bekerja di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kramat Jati.

Sebelum divaksin, mereka harus mengisi data administrasi, registrasi sesuai dengan usianya. Kemudian dilakukan skrining kesehatan jika lolos barulah bisa ditentukan layak atau tidaknya Nakes Lansia ini divaksin atau harus ditunda terlebih dulu waktunya.

"Untuk observasi usai dilakukan vaksin selama 30 menit. Jika kondisinya dinyatakan aman dan tidak ada efek samping yang dirasakannya maka barulah nakes lansia ini diperbolehkan pulang," beber Inda.

Ery Supriadi, Nakes Lansia yang juga salah satu pengurus IDI Kota Jakarta Timur, mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi para Nakes Lansia yang masih bertugas di tengah pendemi COVID-19 seperti dirinya.

Usai divaksin, Ery mengaku, tidak merasakan sakit dan efek samping apa pun. Bahkan, rasa pegal di bekas suntikan pun dia tak merasakannya.

"Alhamdulillah semua baik-baik saja, tidak ada efek sampingnya,” ucap Ery.

BERITA TERKAIT
Pemerintah Rencanakan Vaksinasi COVID-19 Bagi Pekerja Media Dimulai Akhir Februari

Pemerintah Rencanakan Vaksinasi COVID-19 Bagi Pekerja Media Dimulai Akhir Februari

Selasa, 09 Februari 2021 1672

 12.912 Nakes di Jakut Sudah Divaksinasi

4.091 Nakes di Jakut Sudah Divaksin COVID-19 Dosis Kedua

Minggu, 07 Februari 2021 2754

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9208

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3168

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3599

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1462

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1887

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks