Sudin LH Jaktim dan Pasar Induk Kramat Jati Komitmen Kurangi Sampah

Senin, 27 Juli 2020 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 3042

Sudin LH Jaktim dan Pasar Induk Komitmen Kurangi Volume Sampah

(Foto: Nurito)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur dan pengelola Pasar Induk Kramat Jati berkomitmen menjalankan program pengurangan sampah. Sebagai langkah awal telah dilakukan peninjauan lokasi penampungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Kami sudah berkomitmen untuk mengurangi sampah dengan metode diolah dari sumbernya,

Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Herwansyah menuturkan, pihaknya bersama pengelola pasar induk telah melakukan observasi dan perencanaan terkait program pengurangan sampah. Terlebih saat ini sudah ada lahan untuk pembuatan omposting dan pengolahan sampah dengan sistem magot di lokasi penampungan sampah Pasar Induk Kramat Jati.

"Kami sudah berkomitmen untuk mengurangi sampah dengan metode diolah dari sumbernya. Kami akan terus lakukan pendampingan agar program ini bisa berjalan dengan baik," ujar Herwansyah di lokasi penampungan sampah Pasar Induk Kramat Jati, Senin (27/7).

Saat ini, sambung Herwansyah, sampah dari Pasar Induk Kramat Jati setiap hari mencapai 90 ton yang dibuang ke TPST Bantar Gebang di mana 97 persennya merupakan sampah organik.

"Potensi pengolahan sampah di pasar induk ini cukup baik karena sampah organiknya cukup banyak juga didukung tempat pengolahan sampah dan SDM-nya yang mencukupi. Tinggal nanti ditambah pembinaan dan pelatihan-pelatihan. Jika program ini berjalan baik, kami optimistis sampah di pasar induk bisa direduksi hingga 10 ton," katanya.

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun menambahkan, pihaknya mengapresiasi rencana program pengurangan sampah yang diajukan Sudin LH Jakarta Timur. Sebab, hal ini juga sejalan dengan rencana jajarannya agar volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang.

"Metode pengurangan volume sampah dengannya komposting dan magot. Kami berharap ini menjadi komitmen bersama dalam mencari solusi mengatasi sampah sehingga kita tidak terus mengandalkan TPST Bantar Gebang," ucap Agus.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengajukan anggaran ke kantor pusat agar program ini dapat dijadikan skala prioritas. Dengan demikian pada pertengahan Agustus atau September program ini sudah dapat berjalan.

BERITA TERKAIT
Tinjau TPST Bantargebang, Wagub Ariza Pastikan Terobosan Baru Pengelolaan Sampah di Tengah Pandemi

Tinjau TPST Bantargebang, Wagub Ariza Pastikan Terobosan Baru Pengelolaan Sampah di Tengah Pandemi

Minggu, 26 Juli 2020 2454

225 Petugas Gabungan Amankan Jalur Pesepeda di Jl RA Fadillah

Petugas Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Jl RA Fadillah

Minggu, 26 Juli 2020 3015

BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3260

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1974

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1550

Pramono kunjungan ciangir rezap

Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 1340

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 625

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks