Menengok Bisnis Ikan Cupang Hias di Tengah Pandemi

Kamis, 14 Mei 2020 12:18 Reporter : Rudi Hermawan Editor : Erikyanri Maulana 9599

(Foto: Rudi Hermawan - Beritajakarta.id)

Bisnis ikan cupang hias di Sentra Promosi Ikan Hias Slipi, Jl KS Tubun III Dalam, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat tetap menggeliat meski di tengah pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). Beragam jenis ikan cupang serta keindahan corak warna baru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk membelinya.

Omzetnya sama saja, satu bulan sekitar Rp 5 juta,

Uki (55), salah satu peternak ikan cupang hias mengungkapkan, penjualan ikan cupang di Sentra Promosi Ikan Hias Slipi saat ini tidak mengalami perbedaan jika dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Hanya saja memang jumlah pengunjungnya dibatasi untuk mencegah kerumunan orang serta menerapkan protokol kesehatan yang berlaku seperti menggunakan masker serta menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

"Omzetnya sama saja, satu bulan sekitar Rp 5 juta. Harga ikan mulai dari Rp 50 - 150 ribu," ujar Uki saat berbincang dengan beritajakarta.id, Kamis (14/5).

Menurutnya, saat ini ada beberapa jenis ikan cupang yang paling banyak diburu pembeli. Seperti jenis giant atau giant betta yang memiliki ukuran paling besar dibanding jenis ikan cupang lainnya serta corak warnanya pun bagus.

Kemudian ada jenis serit atau crowntail yang ekornya berbentuk menyerupai sisir serit serta jenis plakat yang memiliki corak warna sangat indah dan anggun salah satunya menyerupai warna ikan koi.

"Kalau cupang jenis giant harganya antara Rp 100 - 150 ribu per ekor, cupang serit Rp 50 - 100 ribu dan jenis plakat Rp 50 ribu per ekor tergantung kualitas dan warna," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat, Iwan Indriyanto mengatakan, penjualan ikan cupang hias ini memiliki pangsa pasar tersendiri, karena termasuk hobi.

Selain itu, para pembudidaya di Sentra Promosi Ikan Hias Slipi juga melayani pembelian secara online atau menggunakan jasa ojek online sehingga tidak terlalu terpengaruh adanya pandemi COVID-19.

"Secara pendapatan memang tidak terlalu turun, karena mereka memang punya pangsa pasar sendiri," tandasnya.