DKI Siap Bantu Pusat Percepat Pembangunan Loop Line
Kamis, 20 Maret 2014
Reporter: Agustian Anas, Ari Cleofatra Fernandea
Editor: Agustian Anas
3326
(Foto: doc)
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku siap membantu pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan jalur lingkar tak sebidang kereta api atau loop line agar rampung tahun 2017 mendatang. Terlebih, keberadaan loop line diyakni mampu mengurai kemacetan di ibu kota.
Dikatakan Jokowi, Pemprov DKI Jakarta siap menyukseskan pembangunan loop line. Apalagi, pembangunannya diyakini dapat mengurai kemacetan di Jakarta.
"Baik yang barat dan timur artinya nanti elevated trade (perlintasan atas). Kemacetan yang disebabkan banyaknya palang pintu kereta api di bawah otomatis akan hilang", kata Jokowi usai bertemu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Sutantono, di Balaikota, Kamis (20/3).
Ia mengatakan, tidak ada pembebasan lahan dalam proyek ini. Pemprov DKI hanya berpartisipasi dalam anggaran.
Sebagai bentuk dukungannya, kata Jokowi, Pemprov DKI telah menganggarkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk tahun ini. Sementara untuk tahun depan hingga Rp 1,5 triliun. Tambahan dana tersebut, lanjut Jokowi, diperoleh dari denda maksimum pelanggar jalur bus Transjakarta dan pendapatan-pendapatan daerah lainnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Bambang Sutantono, mengatakan, khusus untuk pembangunan loop line telah dilakukan peninjauan lapangan langsung terutama pada beberapa stasiun utama seperti Dukuh Atas untuk diuji kelayakan.
"Di Dukuh Atas itu menurut Pak Gubernur, akan menjadi sebuah stasiun yang akan menampung semua moda transportasi seperti busway, MRT, kereta api, dan monorel," kata Bambang.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 17 September 2026
2509
17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar
Senin, 14 September 2026
1203
Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing
Senin, 14 September 2026
966
111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis
Kamis, 17 September 2026
512
Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York