Menjaga Seni Budaya Betawi di Atas Kanvas Sarnadi Adam

Selasa, 02 Juli 2019 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: F. Ekodhanto Purba 6301

Menengok “Betawi” di Atas Kanvas Sarnadi Adam

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Sarnadi Adam yang lahir di Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 27 Agustus 1956, memilih menggunakan media lukisan sebagai upaya menjaga dan melestarikan seni budaya Betawi.

Selain menjadi sumber energi inspirasi dan menuangkan rasa cinta

Lewat goresan kuasnya di atas kanvas, dia coba menggambarkan seni dan budaya Betawi dari sisi yang lebih humanis agar tak lekang ditelan zaman. Salah satunya, lukisan tentang dialog tujuh perempuan penari Betawi yang dipamerkannya di Hotel Fairmont, Jl. Asia Afrika No.8, Jakarta Pusat.

“Selain menjadi sumber energi inspirasi dan menuangkan rasa cinta, melukis merupakan salah satu cara yang saya lakukan dalam merawat serta melestarikan kesenian dan kebudayaan Betawi,” ujarnya, Senin (1/7).

Bukan cuma tentang penari, jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini juga menampilkan lukisan yang kental nuansa Betawi lainnya. Seperti lukisan Palang Pintu, Panen Ikan 1 dan 2, Warung Di Kampung Rawa Simprug, Rumah Tua Jalan Pejagalan dan Pelabuhan Sunda Kelapa 1.

Dituturkan Sarnadi, bakat melukisnya sudah ada sejak masih kanak-kanak. Saat itu, dia gemar membuat gambar di atas tanah sehabis hujan dengan menggunakan reranting pohon.

Kecintaan dan keseriusannya terhadap seni lukis kemudian mulai dilakoninya hingga kependidikan formal di sekolah menengah seni rupa Indonesia dan Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta.

"Pada 1979 saya mulai konsisten melukis hal-hal yang berkaitan dengan ke-Betawi-an, mulai dari gaya hidup, adat istiadat, situasi, kondisi serta seni dan budaya Betawi tentunya dengan gaya dekoratif nostalgis,” bebernya.

Menurutnya, seni dan budaya Betawi yang artistik ditambah kehidupan sosial masyarakat yang rukun dan damai menjadi inspirasi menarik dalam lukisannya.

“Namun, dalam melukis saya kerap melukis obyek seni pertunjukan yaitu tari. Sebab, seni tari Betawi mewakili berbagai budaya," ucap dosen seni lukis di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Saat ini, 44 tahun lebih, dia sudah berkarya serta melukis seni dan budaya Betawi. Selama itu pula ia menjadi penyaksi dari setiap perkembangan fisik Kota Jakarta.

"Saya melihat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat perduli dan perhatian terhadap kelestarian dan perkembangan seni dan budaya Betawi. Contohnya, dengan menampilkan kesenian Betawi dalam setiap HUT Kota Jakarta dan event-event kesenian lainnya yang ada di Ibukota,” tuturnya.

Agar budaya dan seni Betawi tetap lestari dan abadi, Sarnadi mengusulkan agar Pemprov DKI mendirikan sekolah seni setingkat SMK yang kurikulumnya khusus mempelajari seni dan budaya Betawi.

“Dibutuhkan sekolah khusus yang terus mempelajari kesenian, kebudayaan dan pakem-pakem Betawi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Raihan Prestasi Disparbud di Beijing Diapresiasi Komisi B

Raihan Prestasi Disparbud di Beijing Diapresiasi Komisi B

Jumat, 21 Juni 2019 2758

42 Lukisan Koleksi PKJ TIM Dipamerkan di Galeri Cipta II

42 Lukisan Maestro Seni Rupa Dipamerkan di Galeri Cipta II TIM

Kamis, 15 November 2018 6422

 Anies Undang IKJ Berkolaborasi Wujudkan Ruang Ekspresi Seni

Anies Ajak Civitas Akademika IKJ Wujudkan Jakarta Sebagai Ruang Ekspresi Seni

Rabu, 06 Desember 2017 3752

BERITA POPULER
Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 996

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 698

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1255

IMG 20260909 WA0118

Trotoar Sepanjang Jalan Fachrudin Ditata Petugas Gabungan

Rabu, 09 September 2026 1340

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 913

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks