Museum Sejarah Jakarta Ramai Pengunjung

Jumat, 07 Juni 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: F. Ekodhanto Purba 3488

Museum Sejarah Jakarta Ramai Dikunjungi Wisatawan

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Museum Sejarah Jakarta menjadi lokasi wisata favorit pengunjung Kawasan Kota Tua, Jl Taman Fatahillah 1, Jakarta Barat selama libur Lebaran. 

Kami membuka dua pintu loket,

Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati mengatakan, selama empat hari pada 6 - 9 Juni, Museum Sejarah Jakarta melakukan penambahan loket pintu masuk, yaitu di pintu barat dan pintu utara. 

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengunjung selama libur Lebaran. 

"Kami membuka dua pintu loket, yaitu loket barat dan pintu loket utara untuk mengantisipasi antrean panjang pengunjung Museum Sejarah Jakarta," ujarnya, Jumat (7/6). 

Dijelaskan Ati, selama libur Lebaran waktu kunjungan Museum Sejarah Jakarta juga diperpanjang menjadi 12 jam dari pukul 08.00 hingga 20.00. 

Tujuannya, memberikan kesempatan bagi para pengunjung dari luar kota atau daerah untuk mengunjungi museum ini. 

"Wisatawan baik mancanegara maupun atau lokal diperkirakan hari ini bisa mencapai 8.000 lebih," jelasnya.

Koordinator  Pemandu Wisata UP Museum Kesejarahan Jakarta, Amat Kusaini Al Alexs menuturkan, pengunjung yang datang ke Museum Sejarah Jakarta pada Lebaran hari kedua mencapai 11.600 orang. 

"Hari ini sampai pukul 13.00 sudah 4.000 pengunjung. Prediksi hari ini bisa mencapai 9.000 pengunjung," ucap Alex. 

Di Museum Sejarah Jakarta, pengunjung akan diajak untuk merasakan perjalanan sejarah Jakarta didukung dengan tata pamer tetap museum yang berdasarkan kronologis sejarah Jakarta. 

Selain itu, pengunjung juga dapat menjelajah ruang-ruang koleksi seperti ruang koleksi meriam dan pedang, miniatur kapal layar, senjata api kuno dan blueprint pembangunan kota, serta peralatan yang digunakan saat Zaman Batu.

"Termasuk Plang Pendirian Gedung Museum Sejarah Jakarta/sebagai Balai Kota Batavia Tahun 1707 oleh Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn," tuturnya. 

Salah seorang pengunjung asal Mampang Prapatan, Hendra (37) mengaku baru pertama kali masuk Museum Sejarah Jakarta. 

Dirinya yang datang bersama istri dan kedua anaknya mengaku takjub dengan tata pamer dan ruang museum yang menghadirkan nuansa masa lalu yang begitu kental. 

"Ternyata di sini banyak menyimpan koleksi yang bisa mengajak kita seolah-olah kembali ke masa kolonial dan tahu perjalanan sejarah Jakarta," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ada 4 Pementasan Cerita Rakyat di Museum Sejarah Jakarta Tahun Ini

Ada 4 Pementasan Cerita Rakyat di Museum Sejarah Jakarta Tahun Ini

Kamis, 02 Mei 2019 2941

Disparbud Lakukan Penataan Akses Wisatawan di Kawasan Kota Tua

Disparbud Lakukan Penataan Akses Wisatawan di Kawasan Kota Tua

Selasa, 23 April 2019 3893

Disparbud Perbanyak Pentas Seni Budaya di Museum

Disparbud Perbanyak Pentas Seni Budaya di Museum

Senin, 15 April 2019 4252

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29356

Metrologi DKI Tera Perangkat SPKLU gery ist2

Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

Jumat, 09 Oktober 2026 11575

Evakuasi Korban Hanyut di Ciliwung ist

Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

Kamis, 08 Oktober 2026 6948

Tap jaklingko jati

MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 3900

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1672

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks