Petukangan Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Seni Budaya Silat Beksi

Jumat, 03 Mei 2019 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Rio Sandiputra 7743

Penggiat Seni Ajukan Petukangan Sebagai Wilayah Destinasi Wisata, Sejarah, Budaya dan Religi

(Foto: Wuri Setyaningsih)

Penggiat seni dan keluarga besar Silat Beksi Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ingin wilayahnya dijadikan destinasi wisata budaya Betawi. Sebab kawasan ini memiliki sejarah perkembangan Silat Beksi yang merupakan ilmu bela diri khas Betawi.

Dari lima tokoh ini, kemudian Silat Beksi berkembang lebih luas,

Pendiri Sanggar Seni Betawi Fajar Ibnu Sena, Abdul Aziz menuturkan, Silat Beksi di Petukangan dibawa pertama kali oleh Haji Godjalih yang merupakan murid dari Ki Marhali sekitar tahun 1913. Kemudian ia mengembangkannya hingga memiliki murid Haji Hasbullah, Kong Nur, Kong Simin dan Mandor Minggu.

"Dari lima tokoh ini, kemudian Silat Beksi berkembang lebih luas. Makam kelima nya juga ada di Petukangan, dirawat dengan baik. Bahkan keturunannya ada di sini aktif menjaga tradisi Betawi," ujarnya, Jumat (3/5).

Berdasarkan sejarah inilah, lanjut Aziz, banyak penggiat seni budaya Betawi yang ingin kawasan Petukangan jadi destinasi wisata budaya sejarah. "Ya sangat layak Petukangan diajukan sebagai destinasi wisata, budaya , sejarah dan religi," ungkapnya.

Para penggiat pun tidak hanya asal mengajukan. Mereka telah melakukan riset dan audiensi dengan Komisi B DPRD DKI, Pemkot Jakarta Selatan, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Sebelum diajukan, sambung Azis, pihaknya telah melakukan riset, audiensi dengan Komisi B DPRD Provinsi DKI, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan Pemprov DKI Jakarta. Selama audiensi mereka sangat mendukung. Selain itu pada tahun 2015 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Kebudayaan telah menetapkan Silat Beksi menjadi Warisan Budaya Tak Benda Provinsi DKI Jakarta bersumber dari Petukangan.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengaku mendukung pengajuan tersebut, dan telah melakukan audiensi.

"Kita lihat dua hingga tiga bulan ke depan. Setelah itu skemanya seperti apa nanti Sudin Parbud Jaksel yang akan mengurusnya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Pemkot Jaksel Pasang Tiga Papan Plang Aset di Kavling Cermai

Lahan Pemprov DKI di Petukangan Utara Dipasang Plang Pengamanan Aset

Rabu, 27 Februari 2019 2485

40 Warga Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di RPTRA Bhinneka

40 Warga Ikuti Pelatihan Kewirausahaan di RPTRA Bhinneka

Senin, 11 Maret 2019 1795

Tiga Pohon Tumbang di Jaksel di Evakuasi

Petugas Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang di Jaksel

Selasa, 22 Januari 2019 2820

BERITA POPULER
TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2553

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1594

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 1421

Siswa PJJ otoy

Antisipasi Dampak Paparan Abu Vulkanik, Dinas Pendidikan Terapkan PJJ Mulai Senin

Minggu, 06 September 2026 689

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 1096

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks