Sejumlah kali, saluran penghubung (PHB) maupun waduk di Jakarta Utara kini dalam kondisi memprihatinkan. Bagaimana tidak, banyak kali, saluran PHB maupun waduk yang memiliki daya tampung terbatas lantaran banyaknya tanam eceng gondok.
Pantauan beritajakarta.com, tanaman eceng gondok mulai memenuhi Waduk Cincin dan Waduk Pluit. Hal serupa juga terlihat di Kali Kanal Lagoa, Koja dan saluran PHB Arcadia Kelapa Gading.
Warga RW 01, Kelurahan Koja, Herdiansyah (34) mengatakan, beberapa bulan terakhir, eceng gondok semakin terlihat banyak di Kali Kanal Lagoa. Akibatnya, badan kali sepanjang 100 meter di dekat Jembatan Permai menjadi tertutup.
"Saya berharap rutin dibersihkan agar tidak memenuhi permukaan kali. Karena kalau eceng gondok penuh, sampah juga tersangkut dan khawatir jadi sarang nyamuk," ujar Herdiansyah, Senin (24/3).
Menanggapi hal itu, Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono membenarkan jika sejumlah PHB, kali dan waduk di Jakarta Utara sering dipenuhi tanamanan eceng gondok. Untuk menanggulanginya, sambung Heru, pihaknya tidak bisa hanya menggunakan cara-cara manual. "Untuk mengatasinya saya punya konsep yakni menggunakan mesin penggiling yang bisa menghancurkan tanaman tersebut," katanya.
Pilihan menggunakan mesin dianggapnya merupakan langkah terobosan mengingat penggunaan tenaga manusia dinilai tidak optimal.
"Kita akan usulkan ke Bapeda agar membeli alatnya, seharga Rp 3-5 miliar sebanyak 5 unit saja. Karena kalau tidak, saya atau Kasudin Kebersihan bakal sering ditelepon warga karena eceng gondok yang kerap memenuhi kali, PHB dan waduk," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7050
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4690
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2230
Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang
Selasa, 27 Oktober 2026
2220
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan