Upaya mengurai kemacetan sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Di Jakarta Utara, sepanjang Januari, 95 juru parkir (jukir) liar terjaring raia yang digelar Satpol PP dan Sudin Sosial Jakarta Utara.
Kebanyakan dari mereka terjaring razia di beberapa lokasi seperti, Traffic Light (TL) Mambo Tanjung Priok, U-turn Sunter dekat Cempaka Mas, kolong flyover Jembatan Tiga dan Pasar Ikan atau kawasan Jl Pakin, Penjaringan. Ironisnya, dari jumlah itu, 31 diantaranya merupakan anak usia sekolah.
Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial, Sudin Sosial Jakarta ut, Israk mengatakan, saat ini tren juru parkir liar berubah. Dari pelaku yang terjaring, kesemuanya ternyata hanya melakukannya sebagai sambilan. "Mereka rata-rata punya profesi lain. Yang kita khawatirkan, 30 persen diantaranya merupakan anak usia sekolah," ujar Israk, Selasa (4/2).
Sementara itu, Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari mengaku, akan mempersiapkan program khusus untuk mengantisipasi maraknya jukir liar anak-anak. Diantaranya melalui program pemberian bantuan modal kerja kepada 2.500 orang tua anak miskin.
"Kita mensinyalir anak-anak itu turun ke jalan karena problem ekonomi. Mereka kita berikan pelatihan kan juga belum waktunya. Oleh karena itu kita coba sokong ekonomi keluarganya," tutur Ika.
Dengan program tersebut, para orang tua anak miskin akan diberikan bantuan modal kerja dalam bentuk barang. Sedangkan jenis usaha akan disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. "Ke depannya untuk memperkuat dan bersinergi, kami akan komunikasikan hal ini dengan Sudin KUMKMP," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan
Rabu, 13 Mei 2026
5942
Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT
Rabu, 13 Mei 2026
832
183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang
Selasa, 12 Mei 2026
1185
Pramono: Jakarta Tetap Ibu Kota hingga Terbitnya Keppres
Rabu, 13 Mei 2026
727
Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali