Selasa, 28 Januari 2014
Reporter: Rio Sandiputra
Editor: Erikyanri Maulana
4467
(Foto: doc)
Taman Margasatwa Ragunan (TMR) kembali menambah hewan koleksi kebun binatang tersebut. Ya, setelah beberapa waktu lalu seekor gajah di kebun binatang tersebut melahirkan, kini TMR pun memiliki penghuni baru yakni, orangutan Kalimantan.
Kelahiran bayi orangutan Kalimantan di TMR menambah koleksi jenis kera yang dilindungi ini menjadi 39 ekor. "Dengan lahirnya bayi orang utan Kalimantan ini, menambah koleksi orangutan Kalimantan menjadi 39 ekor. Sementara orang utan Sumatera sebanyak 5 ekor," ujar Wahyudi Bambang, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Selasa (28/1).
Dikatakan Wahyudi, bayi orang utan yang belum diberi nama tersebut dilahirkan pada 8 Desember 2013 lalu. Orangtua bayi itu bernama Sisca dan Bimo yang usianya sudah mencapai 40 tahun. "Kedua induk orangutan berasal dari jenis orangutan Kalimantan dan sudah tinggal di TMR selama lebih dari 20 tahun. Dan keduanya merupakan hibah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang didapat dari sitaan," katanya.
Ditambahkan Wahyudi, proses persalinan orangutan jenis ini berjalan secara alami. Tidak ada bantuan khusus untuk mengeluarkan bayi dari induknya. "Kita hanya siapkan jerami, yang nantinya mereka sendiri menata untuk sarang di atas. Ya proses persalinannya alami saja," katanya.
Keberhasilan TMR melakukan pengembangbiakan orangutan memang cukup baik. Karena orangutan termasuk hewan yang memiliki siklus berkembang biak cukup lama. "Hewan ini termasuk sulit, karena tidak bisa dikawin silang dengan jenis lain. Siklus berkembang biak terhitung lama, antara 5-7 tahun baru mau punya anak lagi," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9245
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3214
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3634
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis
Rabu, 29 Juli 2026
1930
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman