Senin, 12 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 154
(Foto: Istimewa)
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melaksanakan Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) di 90 titik prioritas pada lima wilayah kota administrasi, Senin (12/10).
Program ini memperkuat pengaturan lalu lintas rutin, khususnya di kawasan pekerjaan konstruksi yang berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan masyarakat.
"perjalanan warga menjadi lebih baik,"
Sebanyak 595 personel Gebrak Pagi dikerahkan untuk melengkapi 825 personel pengaturan lalu lintas rutin, sehingga total mencapai 1.420 personel pada hari pelaksanaan program.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, turun langsung memantau kondisi lalu lintas di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan MH Thamrin.
Sejumlah pekerjaan proyek strategis nasional (PSN) di kawasan tersebut menutup beberapa lajur jalan sehingga memerlukan pengaturan arus kendaraan secara cermat.
Ia mengatakan, Gebrak Pagi bukan sekadar penugasan, melainkan bentuk kepedulian dan pengabdian jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta kepada masyarakat.
“Kami menyadari kemacetan Jakarta tidak bisa dihilangkan dalam satu pagi. Namun, kehadiran petugas di jalan diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan, merespons hambatan, dan membuat perjalanan warga menjadi lebih baik,” ujar Budi.
Dikatakan Budi, pelaksanaan Gebrak Pagi setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 06.30–08.00 WIB didasarkan pada hasil pemantauan volume lalu lintas di 48 ruas jalan selama Juli–September 2026.
Data menunjukkan volume lalu lintas rata-rata cenderung lebih tinggi pada ketiga hari tersebut, dengan periode tersibuk pukul 07.00–08.00 WIB.
”Hasil pemantauan ini menjadi salah satu dasar penguatan pengaturan lalu lintas pada jam sibuk pagi,” katanya.
Ia menyampaikan, pelaksanaan Gebrak Pagi turut melibatkan Anastasia Putri atau yang lebih dikenal dengan Mpok Caca sebagai Duta Dishub untuk Keselamatan dan Ketertiban Berlalu Lintas.
Selain membantu pengaturan lalu lintas, kehadirannya menjadi sarana edukasi agar masyarakat mematuhi rambu, tidak berhenti sembarangan, dan mengikuti arahan petugas karena masyarakat sudah mengenalnya lebih dulu lewat program CCTV Jakarta Take Over.
Budi menambahkan, Dishub DKI Jakarta akan mengevaluasi pelaksanaan Gebrak Pagi untuk menentukan kebutuhan pengembangan program, termasuk kemungkinan penambahan titik, hari kegiatan, maupun jumlah personel.
“Melalui semangat ‘Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran’, Dishub mengajak seluruh pengguna jalan untuk berpartisipasi menjaga ketertiban dan keselamatan demi mendukung perjalanan yang lebih baik bagi warga Jakarta,” tandasnya.