Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 265
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Sembilan warga pemilik bangunan hunian di RT 08/12 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang terdampak pembangunan rumah pompa (Rupom) Kali Apuran, telah sepakat untuk direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng Timur.
Hingga Jumat (9/10), dari seluruh pemilik bangunan yang sepakat direlokasi, empat di antaranya telah mengosongkan rumah dan dilakukan pembongkaran.
"Ada 31 bangunan terdampak,"
Camat Cengkareng, Suhardin mengatakan, penataan bantaran hilir Kali Apuran RT 08/12 Kelurahan Kapuk ini merupakan bagian dari program pengentasan banjir.
Nantinya, jelas Suhardin, di area lahan itu akan dibangun Rupom untuk mengalirkan air dari Kali Apuran ke Cengkareng Drain.
"Dari hasil pendataan kami, ada 31 bangunan terdampak. Kepada mereka telah Kami tawarkan untuk relokasi," katanya.
Dijelaskan Suhardin, awalnya para pemilik bangunan ditawarkan relokasi ke sejumlah Rusun di Jakarta Timur, seperti Rusun Rawa Bebek dan Bantar Gebang. Namun karena lokasi terlalu jauh, warga menolak.
Sebagai gantinya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menyiapkan Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Kelurahan Cengkareng Timur, menjadi tempat relokasi.
Sebanyak 25 pemilik bangunan pun telah diajak melihat lokasi dan disosialisasikan progam relokasi yang dihadiri Wali Kota Jakarta Barat, Iin Muthmainah, Rabu (30/9) lalu.
Kepada mereka diminta agar bersedia membongkar sendiri bangunannya dan diberikan tenggat waktu selama dua pekan. Selama proses pembongkaran mandiri, Suhardin memastikan petugas akan membantu tenaga dan pengangkutan.
"Hari ini petugas kami membongkar empat bangunan dan membantu mereka pindahan. Mereka langsung masuk ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi," tambahnya.
Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarya menjelaskan, total 102 petugas gabungan Satpol PP, SDA, Bina Marga, PPSU dan jajaran ASN Kecamatan Cengkareng serta Kelurahan Kapuk, dilibatkan dalam proses relokasi warga.
"Sisanya mau pindahan bareng Rabu pekan depan. Kita siap bantu warga pindahan dan membongkar bangunan mereka," tegasnya.
Salah seorang warga RT 08/12, Andri Sudiarto, mengaku tidak keberatan dan bersedia direlokasi untuk mendukung program pengentasan banjir.
"Saya sudah 25 tahun tinggal di sini. Tapi karena memang sudah jadi porgram pemerintah, ya kami mendukung," tandasnya.