Jumat, 09 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 331
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau proses pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading dan Pulogadung di Jakarta Utara, Jumat (9/10).
Proyek infrastruktur sepanjang 1,8 kilometer ini telah direncanakan sejak 2006 dan baru dikerjakan secara bertahap mulai 2009 hingga saat ini.
"Dengan penataan ini mudah-mudahan Jakarta menjadi semakin baik,"
Pramono pun menargetkan penyelesaian proyek jalan dari Rumah Sakit Gading Pluit menuju Terminal Pulogadung ini pada 2027.
"Pada pagi hari ini secara khusus saya ingin melihat perkembangan jalan yang sebenarnya mulai direncanakan dibangunnya dari 2006," ujar Pramono.
Pramono menyampaikan, penyelesaian berbagai proyek infrastruktur yang belum rampung akan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, terutama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan kota.
Pembangunan jalan tembus yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Pulogadung ini untuk mempermudah mobilitas dan aksesibilitas masyarakat menuju simpul transportasi publik. Selain itu, jalan arteri ini dibutuhkan untuk memangkas jarak dan waktu tempuh pengguna jalan.
"Jalan ini yang kita namakan Arteri Kelapa Gading, ini akan memecah transportasi yang luar biasa terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan," katanya.
Selain menyelesaikan pembangunan jalan tembus, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penataan fasos-fasum di kawasan sekitar, sekaligus perbaikan jalan yang mengalami kerusakan.
Melalui penataan dan perbaikan jalan, Gubernur berharap akan memperlancar arus lalu lintas di berbagai titik kemacetan di Jakarta.
"Dengan penataan ini mudah-mudahan Jakarta menjadi semakin baik dan juga kemacetan di Jakarta juga berkurang secara signifikan," kata dia.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo menambahkan, jalan arteri yang masih dibangun ini sudah mulai difungsikan secara terbatas.
"Sebenarnya dari sekarang ini sudah kita fungsikan. Jadi kendaraan dari arah barat yang akan menuju ke utara itu sebenarnya sudah bisa, walaupun jalannya belum jadi," ucap Heru.