Kamis, 08 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 231
(Foto: Istimewa)
Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (P4Ekraf) DKI Jakarta melaksanakan Kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Terapis SPA Pratama atau Terapis SPA Junior Tahun 2026 di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang berlangsung mulai dari 6 hingga 8 Oktober 2026 diikuti oleh 40 orang peserta terapis spa terpilih. Para peserta telah lulus tahapan seleksi administrasi dan pre-test dari pendaftaran online yang diselenggarakan pada 18 hingga 29 September 2026 lalu.
"siap menjawab tantangan kebutuhan industri,"
Dalam paksanaannya, P4Ekraf DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pelatih dan Instruktur Wellness, SPA dan Kecantikan Indonesia (PILAR WELLSKIN) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia.
Sesi pelatihan mencakup pembekalan materi inti, latihan praktik, ujian teori, dan ujian praktik, kemudian ditutup dengan pelaksanaan Uji Kompetensi BNSP pada tanggal 9 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata menegaskan, pentingnya sertifikasi dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Menurutnya, sektor layanan spa merupakan subsektor unggulan yang memberikan pengalaman berkesan bagi para wisatawan.
“Melalui pelatihan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta sertifikasi BNSP ini, kita memastikan para terapis di Jakarta memiliki standar kompetensi kerja nasional, profesional, dan siap menjawab tantangan kebutuhan industri," ujarnya, Kamis (8/10).
Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Endrati Fariani menjelaskan, seluruh detail kurikulum dan tahapan kegiatan yang akan dilalui peserta mengacu pada SKKNI yang berlaku.
Ia mengatakan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga latihan praktik terpadu meliputi penerapan K3, analisis kondisi pelanggan, teknik Pijat Badan Indonesia, perawatan lulur hingga penggunaan aromaterapi.
“Selain itu, kami juga memberikan materi penunjang Jakarta sebagai kota inklusif ramah disabilitas,” ucapnya.
Endrati menambahkan, para peserta akan mengikuti Uji Kompetensi BNSP bersama LSP Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia untuk memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP pada 9 Oktober 2026.
“Melalui program terpadu pelatihan dan sertifikasi profesi ini, Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen mencetak tenaga kerja terampil, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” tandasnya.