Rabu, 07 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 126
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Lahan pemakaman wakaf warga seluas sekitar 400 meter persegi di Gang Bukhori RT 06/08 Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
Tidak hanya membuat lokasi lebih indah, penataan Taman Makam Seroja Indah itu juga difungsikan sebagai kebon bibit tanaman hias dan urban farming.
Mendukung program Desa Wisata Budaya.
Pengurus Taman Makam Seroja Indah, Zailani mengatakan, lahan pemakaman wakaf itu telah ada sejak 1950-an. Sebelum dilakukan penataan, lahan pemakaman itu dipenuhi semak belukar dan menyeramkan.
"Secara bertahap sejak 2018 mulai dirapikan. Perkembangannya, pihak kelurahan mendukung sehingga bisa sampai sekarang ini," katanya, Rabu (7/10).
Dijelaskan Zailani, saat ini lahan pemakaman dimanfaatkan untuk urban farming berbagai tanaman buah-buahan seperti anggur, melon dan timun suri.
Ia juga mengembangkan bibit tanaman hias seperti anggrek, bougenville, kamboja, antorium, aglonema, sirih gading dan lain-lain.
Selain bisa dikunjungi secara bebas, Zailani mengaku menjual bibit tanaman hias dan buah-buahan yang dihasilkan. Untuk setiap produk, Ia mematok harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 500 ribu.
Zaini menyebutkan, pada bagian area pemakaman juga dibuat saung lengkap dengan bangku dan meja untuk warga yang berkunjung.
"Tidak cuma warga sini, bahkan belum lama ada turis dari luar negeri yang datang berkunjung," ujarnya.
Lurah Sukabumi Utara, Ali Syahidin menjelaskan, penataan RTH itu bagian dari upaya mewujudkan ruang interaksi warga dan mendukung program Desa Wisata Budaya.
Selain peningkatan fungsi lahan pemakaman wakaf di tengah permukiman warga, Ali mengaku telah melakukan penataan kawasan permukiman RW 08 dengan pengecatan dan penghijauan.
"Jadi kita percantik kawasan permukiman warga juga untuk mendukung kesiapan sebagai destinasi wisata budaya," tandasnya.