Senin, 05 Oktober 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 171
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas tenaga kerja dan pelaku usaha lokal dengan menggelar Pelatihan Kejuruan Digital Marketing melalui skema Creative Financing.
Kegiatan yang berlangsung pada 5 Oktober hingga 17 November 2026 tersebut digelar di Gedung PPKD Jakarta Selatan, Jalan H. Samali, dan diikuti sebanyak 40 peserta yang terbagi dalam dua kelas.
"kompetensi digital juga semakin meningkat,"
Pelatihan Digital Marketing Creative Financing tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin; Kepala Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat; serta perwakilan BUMD Provinsi DKI Jakarta.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan pola pembiayaan kreatif serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Program strategis tersebut merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta melalui PPKD Jakarta Selatan dan FKLPID Kota Jakarta Selatan bersama BP BUMD melalui Bank Jakarta. Dalam kolaborasi ini, Bank Jakarta memberikan dukungan pendanaan melalui skema Creative Financing.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan ketenagakerjaan, khususnya dalam menyiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kita melihat bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara dunia usaha bekerja. Cara memasarkan produk berubah, perilaku konsumen berubah, dan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi digital juga semakin meningkat,” ujarnya, Senin (5/10).
Menurutnya, peningkatan kompetensi masyarakat menjadi semakin penting agar mereka tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga mampu memanfaatkan perubahan tersebut menjadi peluang.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan peserta yang memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, portofolio, dan kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, maupun menciptakan peluang ekonomi baru,” tuturnya.
Eli, sapaan akrabnya menyampaikan, kegiatan tersebut juga mengedepankan semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan industri. Karena itu, sambungnya, Creative Financing tidak hanya dimaknai sebagai sebuah skema pembiayaan, tetapi juga sebagai model kolaborasi.
“Bagaimana berbagai sumber daya dan kekuatan dari masing-masing pihak dapat dipertemukan untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin menjelaskan, pelaksanaan program tersebut bukan sekadar skema pembiayaan sebuah kegiatan pelatihan, tetapi merupakan upaya membangun ekosistem kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Syaripudin, transformasi digital telah mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, cara masyarakat mencari pekerjaan, dan cara pelaku usaha memasarkan produk dan jasanya.
“Hari ini, kemampuan menggunakan teknologi digital bukan lagi sekadar nilai tambah. Digital competency telah menjadi bagian penting dari kompetensi kerja dan kompetensi kewirausahaan,” katanya.
Syaripudin menambahkan, pelatihan Digital Marketing memiliki posisi strategis bagi Jakarta sebagai kota global. Peserta tidak hanya diharapkan memahami media sosial atau membuat konten digital, tetapi juga mampu memahami pasar, konsumen, strategi pemasaran, branding, komunikasi digital, pemanfaatan platform digital, hingga mengubah aktivitas digital menjadi peluang ekonomi.
“Melalui inisiatif ini, diharapkan para peserta mampu memperluas jangkauan pasar secara digital sekaligus mendapatkan akses solusi permodalan yang sehat dan inovatif demi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” tandasnya.