Rabu, 30 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 134
(Foto: Istimewa)
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur merevitalisasi saluran air sepanjang 530 meter di Jalan Sumur Jambu, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar. Pengerjaan ditargetkan rampung 8 November mendatang.
"Sudah mencapai sekitar 207 meter atau 78,30 persen"
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Sudin SDA Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri mengatakan, revitalisasi dilakukan karena kondisi saluran eksisting dinilai sudah memadai.
Menurutnya, lokasi Jalan Sumur Jambu berada di dataran yang lebih rendah. Sehingga, air di saluran kerap meluap dan menggenang ketika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
"Revitalisasi dilakukan menggunakan beton U-ditch ukuran 40, 60, 80, dan 100 sentimeter serta menggunakan box culvert ukuran berukuran sama," ujarnya, Rabu (30/9).
Saugi menjelaskan, pekerjaan revitalisasi dilaksanakan pihak ketiga yang merupakan pemenang lelang melalui e-Katalog.
"Dalam pelaksanaan pekerjaan, terdapat sejumlah penyesuaian pemasangan beton U-ditch karena kondisi teknis di lapangan," terangnya.
Ia menambahkan, saluran yang semula direncanakan bermuara ke Saluran Penghubung (Phb) Kampung Pulo harus mengalami penyesuaian karena adanya saluran yang sudah dimodifikasi pihak pengembang Citra Homes Halim.
"Pengerjaan di lokasi kita alihkan ke Jalan Sumur Jambu II sepanjang sekitar 29,80 meter," ungkapnya.
Saugi menuturkan, penyesuaian juga dilakukan di depan SDN Makasar 06/07 Pagi. Sebab, U-ditch tidak dapat dipasang di lokasi tersebut karena dikhawatirkan menyebabkan penyempitan saluran sekaligus membahayakan kondisi pagar pembatas gedung sekolah.
"Alokasi pengerjaan kita alihkan ke Jalan Sumur Jambu I sepanjang 49,5 meter menggunakan U-ditch berukuran 40 sentimeter," ucapnya.
Ia menegaskan, apabila pekerjaan tidak dialihkan, penyesuaian volume akan dilakukan melalui addendum kontrak atau final quantity setelah seluruh pekerjaan selesai.
"Pembayaran nantinya disesuaikan dengan volume pekerjaan yang terealisasi di lapangan," imbuhnya.
Pekerjaan revitalisasi saluran air tersebut, lanjut Saugi, sudah dimulai sejak 25 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 8 November 2026.
"Hingga hari ini progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 207 meter atau 78,30 persen," jelasnya.
Camat Makasar, Dimas Prayudi memaparkan, revitalisasi saluran merupakan usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang maupun reses anggota dewan.
"Semoga dengan bertambahnya daya tampung saluran ini dapat mencegah potensi terjadinya genang. Saya ingatkan warga untuk bisa bersama-sama menjaga kebersihan saluran, jangan buang sampah sembarangan," tandasnya.