Jumat, 18 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 146
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Tim Verifikasi Lapangan Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi DKI Jakarta melakukan peninjauan dan penilaian langsung di Jalan Haji Jeni II, RT 11/07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Tingginya partisipasi aktif warga"
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian nominasi Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) Lingkup RW (BPSRW) terbaik tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Tim Verlap BPSRW Dinas LH DKI Jakarta, Raja Kurnia mengatakan, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi aktif masyarakat serta berbagai inovasi pemilahan dan pengolahan sampah berbasis komunitas yang diterapkan warga RT 11/07.
"Kami kagum dengan tingginya partisipasi aktif warga serta berbagai inovasi pemilahan dan pengolahan sampah berbasis komunitas yang diterapkan di wilayah tersebut," ujarnya, Jumat (18/9).
Raja mengapresiasi konsistensi warga dalam mengubah pola pikir terhadap sampah, dari sesuatu yang dianggap tidak bermanfaat menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
"Kami sangat kagum, apalagi dari pertama datang, penerapan aplikasi dan sistem di sini sudah lebih canggih dibandingkan wilayah lain. Meskipun berada di lingkungan permukiman menengah ke bawah, keikutsertaan serta kepedulian masyarakatnya sangat luar biasa," terangnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara warga, pengurus RT dan RW, hingga pihak kelurahan dalam mendukung berbagai program lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Dalam proses penilaian, tim Dinas LH DKI Jakarta juga memverifikasi sejumlah inovasi unggulan yang digagas warga dan pengurus RT 11/RW 07. Salah satunya Komling (kompos keliling), yakni metode jemput bola untuk mengambil dan mengelola sampah organik langsung dari masyarakat sehingga persoalan sampah dapat ditangani sejak dari hulu.
"Ada juga inovasi sistem pengolahan lanjutan, di mana sampah organik diolah secara mandiri hingga berubah menjadi pupuk kompos, lalu Smart Geprek dan Bareng Jaga Lingkungan yang mengintegrasikan berbagai gerakan swadaya masyarakat," ungkapnya.
Raja berharap, gerakan pemilahan sampah dapat diterapkan oleh masyarakat di lingkungan sekitar maupun wilayah lainnya di Jakarta. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
"Kita harus mengubah pola pikir bahwa sampah itu bukan kotoran yang tidak bernilai. Jika dikelola, sampah dapat menjadi sesuatu yang bernilai dan memberikan manfaat," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 11/07 Gandaria Utara, Imam Basori mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi dan sambutan positif dari tim Verlap tingkat provinsi.
Ia berharap, berbagai inovasi yang telah berjalan dapat memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
"Alhamdulillah, tim dari lingkungan hidup datang melihat secara langsung. Harapannya, verifikasi lapangan ini membuahkan hasil yang positif bagi lingkungan kami," bebernya.
Melalui verifikasi tersebut, Imam menginginkan, gerakan peduli lingkungan di Gandaria Utara dapat menjadi proyek percontohan dan direplikasi di wilayah lain di Jakarta. Sehingga, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat semakin berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Jika nantinya memperoleh apresiasi atau bantuan, pihaknya berencana memanfaatkannya untuk meningkatkan inovasi pengelolaan sampah, termasuk mengembangkan pengolahan botol minuman anorganik menjadi berbagai properti rumah tangga.
"Jika nantinya mendapatkan apresiasi atau bantuan, tentu akan kami manfaatkan untuk meng-upgrade inovasi berikutnya, seperti pengolahan botol minuman anorganik menjadi properti rumah tangga," tandasnya.