Jumat, 18 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 84
(Foto: Anita Karyati)
Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengembangkan program kebugaran Penji-Fit untuk memperkuat layanan kesehatan bagi pasien, khususnya ibu hamil. Program tersebut memadukan edukasi kesehatan dengan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi dan usia kehamilan peserta.
"Kelas ibu hamil"
Penanggung Jawab Program Jasmani dan Olahraga Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Christopher Tandrian mengatakan, Penji-Fit pada awalnya merupakan inovasi dari program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ditujukan bagi pegawai puskesmas.
Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari evaluasi kebugaran tenaga kesehatan yang sehari-hari memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga berat badan dan meningkatkan aktivitas fisik.
"Awalnya Penji-Fit dibuat untuk pegawai karena penting menjaga kebugaran tenaga kesehatan. Kini kami kembangkan untuk pasien," ujarnya, Jumat (18/9).
Christopher menjelaskan, ibu hamil menjadi salah satu sasaran utama pengembangan program melalui layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Intervensi difokuskan pada pencegahan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) melalui empat pilar, yaitu aktivitas fisik, konsumsi makanan beragam dan bergizi, suplementasi sesuai kebutuhan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Melalui kelas ibu hamil, peserta tidak hanya mendapat edukasi, tetapi juga aktivitas fisik seperti yoga dan latihan angkat beban ringan yang disesuaikan dengan kondisi dan trimester kehamilan," terangnya.
Menurutnya, untuk memperluas akses layanan, Puskesmas Kecamatan Penjaringan juga menghadirkan inovasi bernama "King Arthur". Sarana berbentuk meja lipat multifungsi tersebut dilengkapi kursi, barbel, gymball, dan sepeda statis sehingga dapat digunakan sebagai fasilitas latihan kebugaran bagi ibu hamil yang terkendala jarak untuk datang ke puskesmas.
"Layanan jemput bola dilakukan ke wilayah warga dua kali dalam sebulan. Upaya ini untuk mendekatkan layanan kepada ibu hamil yang kesulitan datang langsung ke puskesmas," bebernya.
Christopher merinci, saat ini sebanyak 52 ibu hamil dengan kondisi anemia dan KEK menjadi sasaran intervensi khusus. Kondisi mereka dipantau secara berkala, termasuk perkembangan kadar hemoglobin (Hb), sebagai bagian dari evaluasi layanan.
"Kami berharap kebiasaan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kader posyandu juga sudah kami edukasi agar dapat membantu mendampingi ibu hamil di wilayahnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, Penji-Fit akan dikembangkan secara bertahap kepada kelompok pasien lainnya, seperti lansia untuk mencegah penurunan massa dan kekuatan otot atau sarkopenia, serta pasien penyakit tidak menular, termasuk obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus.
Sementara itu, salah seorang warga Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Ida Cahyanti (40) mengaku merasakan manfaat dari program tersebut. Ibu tiga anak yang kini menjalani kehamilan 27 minggu itu sudah dua kali mengikuti kelas ibu hamil.
Ia menyampaikan, program tersebut sangat membantu karena peserta mendapatkan informasi kesehatan yang lebih jelas. Selain edukasi, peserta juga memperoleh bahan pangan sehat.
"Materi yang diberikan sangat membantu untuk mempersiapkan persalinan, mulai dari parenting, senam ibu hamil, perawatan bayi baru lahir, teknik menyusui hingga pemenuhan makanan bergizi," tandasnya.