Senin, 24 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 96
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 pelajar dari SMPN 295, SMPN 55, SMPN 95, SMP Yapenda, SMP Kencana, dan SMP Wiyata Mandala mengikuti kegiatan Pentas Literasi bertajuk "Internet & Jejak Digital" di Lobi Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
"Jejak digital"
Kepala Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Jakarta Utara, R. Fauzy mengatakan, kegiatan edukasi tersebut merupakan program rutin Pemerintah Kota (Pemkot) setempat.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan kali ini merupakan hasil kolaborasi Sudin Kominfotik, Sudin Perpustakaan dan Kearsipan, serta Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara.
"Melalui tema dan materi yang diberikan, kami mengajak para pelajar memahami bahwa setiap aktivitas di internet, mulai dari unggahan, komentar, pencarian, hingga lokasi yang dibagikan, dapat meninggalkan jejak digital," ujarnya, Senin (24/8).
Fauzy menjelaskan, jejak digital yang ditinggalkan di dunia maya dapat menjadi portofolio positif bagi masa depan peserta didik. Namun, jejak tersebut juga dapat menimbulkan dampak buruk apabila tidak dikelola secara bijak.
Ia berpesan kepada para pelajar agar selalu berpikir sebelum mengunggah konten atau think before posting, menjaga kerahasiaan data pribadi dan kata sandi, memeriksa kebenaran sumber informasi, serta saling menghormati di ruang digital.
"Jangan ragu melaporkan konten yang berbahaya atau mencurigakan," terangnya.
Fauzy menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Sudin Kominfotik Jakarta Utara, Ikhwan Prasetya yang memberikan penjelasan mengenai teknis keamanan digital kepada para pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar di Jakarta Utara diharapkan dapat menjadi pelopor dalam penggunaan internet secara sehat, aman, dan bijak.
"Setiap klik, kata, dan unggahan adalah bagian dari diri kita di dunia digital. Mari tinggalkan jejak yang baik, bermanfaat, dan membanggakan," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pelajar, Tzelena Nazwa (14) mengaku antusias mengikuti Pentas Literasi karena materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja yang saat ini tidak dapat dipisahkan dari media sosial.
"Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama tentang cara mengamankan akun dan bagaimana bersikap sopan di internet. Saya jadi lebih sadar bahwa apa yang kita tulis hari ini akan dilihat orang di masa depan," bebernya.
Ia menginginkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya literasi digital.
"Semoga ke depan acara seperti ini sering diadakan lagi dengan tema-tema seru lainnya, supaya anak-anak sekolah di Jakarta Utara makin pintar menggunakan internet dan terhindar dari dampak negatif seperti hoaks atau perundungan siber," tandasnya.