Selasa, 16 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 177
(Foto: Andri Widiyanto)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan meriah.
Sebagai salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam ajang tersebut, Rio merasakan langsung kualitas penyelenggaraan maraton bertaraf internasional itu. Menurutnya, keberhasilan JAKIM 2026 menjadi bukti bahwa Jakarta semakin siap menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional berskala besar.
"siap jadi tuan rumah berbagai agenda internasional,"
“Sebagai peserta, saya merasakan langsung bahwa penyelenggaraan Jakarta International Marathon 2026 berlangsung aman, tertib, dan meriah. Ini menunjukkan Jakarta semakin siap menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional serta mampu menghadirkan event yang nyaman bagi peserta maupun masyarakat,” ujar Rio, Selasa (16/6).
Meski demikian, ia menilai, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Terlebih, JAKIM kini telah berstatus ajang internasional dengan label Elite Gold yang menuntut standar pelayanan semakin tinggi.
Lebih lanjut, Rio mendorong penguatan berbagai aspek pendukung, mulai dari layanan peserta, kesiapan medis, manajemen media, penyebaran informasi publik, koordinasi antarlembaga, hingga mitigasi dampak rekayasa lalu lintas agar penyelenggaraan JAKIM semakin kompetitif di tingkat global.
Selain sukses dari sisi penyelenggaraan, Rio juga mengingatkan pentingnya pemerataan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari event lari tersebut. Menurutnya, peningkatan tingkat hunian hotel merupakan capaian positif, namun dampak ekonomi JAKIM harus dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha lokal.
Sebab itu, ia mendorong Pemprov DKI Jakarta memperkuat keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif melalui penyediaan ruang promosi, area bazar, kolaborasi dengan destinasi wisata, serta penguatan ekosistem belanja dan kuliner lokal.
“Perputaran ekonomi dari event sebesar JAKIM jangan hanya terpusat pada sektor perhotelan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Rio menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur olahraga perkotaan yang berkelanjutan untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala internasional. Penguatan konektivitas transportasi massal, optimalisasi ruang publik, serta pengembangan fasilitas olahraga menjadi faktor penting agar kegiatan serupa dapat berlangsung secara rutin tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia berharap JAKIM tidak hanya dipandang sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pengembangan sport tourism Jakarta.
Dikatakan Rio, diperlukan blueprint yang terukur dan berkelanjutan, mencakup kalender event internasional, penguatan infrastruktur, pendampingan pelaku usaha, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem sport tourism di ibu kota.
“Dengan begitu, Jakarta tidak hanya sukses menjadi tuan rumah event olahraga internasional, tetapi juga mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism utama di Asia Tenggara,” tandasnya.