Senin, 08 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 236
(Foto: Andri Widiyanto)
Wkil Gubernur Rano Karno berharap, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta 2026, Senin (8/6) hingga Selasa (9/6) besok, dapat merumuskan program yang bisa mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat Jakarta yang sejahtera, sehat, bahagia, berdaya saing, berdikari dan berbudaya.
"Rakerda ini sangat kami tunggu. Mudah-mudahan hasil Rakerda ini bisa memberikan masukan karena ujung tombak kita juga ada di PKK," ucap Rano, saat membuka Rakerda TP PKK 2026 di Hotel GranDhika Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/6).
"Bantu Wujudkan masyarakat Jakarta yang sejahtera, sehat, bahagia, berdaya saing, berdikari dan berbudaya."
Rano mengungkapkan, berdasarkan data BPS dalam waktu satu tahun jumlah RW kumuh di Jakarta turun sekitar 50 persen, dari 418 menjadi 210 RW.
"Data ini dapat jadi pegangan bagi PKK agar bisa membantu menurunkan kembali jumlah RW kumuh di Jakarta," harap Rano.
Ia juga berharap, program kerja PKK bisa menyentuh dan mengedukasi masyarakat membiasakan hidup sehat agar terhindar dari beragam penyakit.
"Upaya gerakan program PKK sangat penting bagi pemprov," tegas Rano.
Pada kesempatan ini, Wagub juga mengajak kader TP PKK DKI untuk bisa merumuskan berbagai program creative financing yang menghasilkan.
Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono menjelaskan, Rakerda yang mengusung tema "Melalui Gerakan Ibu Bisa, PKK Bergerak Mewujudkan Keluarga Jakarta" diikuti 150 peserta dari unsur pembina, tim penggerak PKK provinsi, kota dan kabupaten administrasi, serta mitra PKK.
Menurut Hani, Rakerda ini merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, menyusun langkah percepatan pencapaian program prioritas, serta memperkuat sinergi dan komitmen mendukung pembangunan daerah melalui implementasi gerakan "Ibu Bisa".
Hani berharap, Rakerda ini bisa menjaring berbagai saran, masukan, serta pertukaran gagasan dan pengalaman untuk menghadirkan program kerja yang lebih berdampak berkelanjutan bagi keluarga Jakarta di masa depan.
"Mari perkuat kolaborasi, semangat gotong royong dan inovasi, dalam menggerakkan masyarakat bersama gerakan Ibu Bisa," serunya.