Jumat, 05 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 203
(Foto: Istimewa)
Taman Ismail Marzuki (TIM) menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah gelaran akbar Jakarta Future Festival (JFF) 2026.
Festival tahunan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 7 Juni 2026.
"menegaskan keberhasilan transformasi TIM,"
Mengusung tema ‘Navigating Resilience’, JFF 2026 akan menjadi panggung kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ide visioner dalam merancang masa depan Jakarta sebagai Kota Global yang tangguh.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, kembalinya JFF ke TIM menjadi penegasan atas keberhasilan penyelenggaraan festival serupa pada tahun sebelumnya yang mendapat antusiasme tinggi dari publik dan para pemangku kepentingan.
Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan kepada TIM menunjukkan semakin kuatnya posisi kawasan yang telah direvitalisasi ini sebagai ruang kolaborasi strategis yang mampu mempertemukan seni, budaya, inovasi, dan gagasan masa depan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
“Kepercayaan untuk kembali menjadi tuan rumah JFF juga menegaskan keberhasilan transformasi TIM pascarevitalisasi sebagai destinasi budaya sekaligus ruang dialog publik kelas dunia yang mendukung agenda pembangunan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya, Jumat (5/6).
Ia menyampaikan, terpilihnya TIM sebagai lokasi utama menegaskan peran strategis kawasan ini bukan hanya sebagai ruang ekspresi budaya, tetapi juga sebagai hub inovasi, kreativitas, dan diskursus perkotaan yang relevan dengan tantangan masa depan.
Dipilihnya TIM didasarkan pada kelengkapan infrastruktur modern yang mampu mengakomodasi berbagai format acara JFF 2026, mulai dari diskusi panel tingkat tinggi, eksibisi inovasi digital, hingga instalasi seni interaktif.
“Gedung-gedung ikonik di dalam kawasan TIM, seperti Graha Bhakti Budaya, Teater Besar, Galeri Annex, hingga area terbuka Plaza Teater, telah dipersiapkan dengan fasilitas teknologi mutakhir dan manajemen arus pengunjung yang aman serta nyaman,” katanya.
Iwan menambahkan, penyelenggaraan JFF untuk kedua kalinya di TIM menjadi bukti bahwa kawasan ini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan kota masa depan.
“Kehadiran JFF 2026 dengan tema ketangguhan kota atau urban resilience sangat selaras dengan visi TIM yang baru, yaitu menjadi wadah tempat tradisi, seni, teknologi, dan gagasan masa depan bertemu serta berkolaborasi dalam mengukuhkan Jakarta sebagai kota global," jelasnya.
Sebagai festival yang berfokus pada masa depan kota, JFF 2026 di TIM diproyeksikan akan mempertemukan ribuan partisipan yang terdiri dari pembuat kebijakan, inovator teknologi, pelaku industri kreatif, akademisi, hingga komunitas masyarakat sipil.
Seluruh fasilitas pendukung, termasuk aksesibilitas transportasi publik menuju kawasan Cikini, area parkir, serta integrasi sistem digital di area festival, dipastikan siap untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.
“Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur TIM dan program komprehensif yang dihadirkan Bappeda DKI Jakarta, JFF 2026 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mempercepat langkah Jakarta dalam menavigasi berbagai tantangan global menuju kota yang berkelanjutan, berdaya saing, dan tangguh di masa depan,” tandasnya.