Rabu, 03 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 123
(Foto: Nurito)
Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah sudah mengusulkan perbaikan empat rumah yang rusak akibat ledakan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Jalan Puskesmas Gang Mushola, RT 05/11, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur kepada Baznas (Bazis) setempat.
"Terdampak ledakan LPG"
Siti mengatakan, ledakan yang terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 08.30 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan cukup parah pada empat rumah yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.
"Rumah-rumah itu jadi tidak lagi layak huni dan para pemilik terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat," ujarnya, Rabu (3/6).
Siti menjelaskan, para pemilik rumah merupakan warga kurang mampu yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
"Kebetulan Baznas (Bazis) tadi pagi melakukan survei lokasi bedah rumah di RT 02/09. Sekalian kami mengajak tim meninjau lokasi rumah yang terdampak ledakan LPG di RT 05/11. Setelah melihat kondisi di lapangan, kami mengajukan usulan rehabilitasi empat rumah itu," terangnya.
Menurutnya, keempat rumah yang terdampak memiliki luas bangunan bervariasi, mulai dari 30 hingga 70 meter persegi. Seluruh bangunan berada dalam satu kawasan dan saling berdekatan.
Ia berharap, usulan tersebut dapat segera mendapat persetujuan agar para penyintas ledakan LPG dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
"Semoga usulan ini dapat direalisasikan karena seluruh pemilik rumah merupakan warga yang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik rumah, Agus (52) mengaku sangat berharap adanya bantuan rehabilitasi dari pemerintah maupun Baznas (Bazis) Jakarta Timur.
"Saya hanya bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, jadi memang tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah yang rusak," ucapnya.
Agus menuturkan, rumah tersebut dihuni bersama istri, anak, menantu, dan seorang cucunya. Sejak peristiwa ledakan terjadi, keluarganya terpaksa mengungsi karena kondisi bangunan dinilai tidak aman untuk ditempati.
"Kami ingin segera kembali menempati rumah yang layak dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti semula," tandasnya.